Headline

Level Kredit Macet Masih Terpantau Aman

Kepala Perwakilan Kantor BI Kaltara, Yufrizal
  • Daya Beli Masyarakat Mulai Meningkat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Angka kredit macet atau biasa disebut Non Performing Loan (NPL) perbankan, terpantau berada pada level aman di bulan Agustus 2020. Demikian dikonfirmasi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara, Yufrizal.

Pada bulan Agustus, NPL perbankan tercatat di level 1,05 persen, atau di bawah ambang batas BI sebesar 5 persen. “NPL di bulan Agustus memang sedikit mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Tapi masih di bawah ambang batas aman yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 5 persen,” ulasnya.

Sementara itu, Yufrizal menyampaikan, posisi kredit atau pembiayaan yang disalurkan perbankan di Kaltara turut tumbuh positif di bulan yang sama. Yakni naik 5,88 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

“Posisi kredit atau pembiayaan yang disalurkan oleh bank di Provinsi Kaltara pada Agustus 2020 tercatat tumbuh positif sebesar 5,88 persen. Yaitu dari Rp9,74 triliun menjadi Rp10,32 triliun,” ujarnya.

Yufrizal mengatakan, peningkatan penyaluran kredit disebabkan mulai membaiknya daya beli masyarakat. Selain itu, juga didorong oleh implementasi program Pemerintah terkait penanganan dampak Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Program pemerintah terkait penanganan dampak covid-19 dan pemulihan ekonomi turut mendorong perbaikan di berbagai lapangan usaha. Khususnya perdagangan dan pertanian. Kondisi ini turut tercermin pada inflasi yang terjadi di bulan Agustus 2020. Dimana menjadi cermin adanya peningkatan permintaan masyarakat,” jabarnya.

Secara sektoral, lapangan usaha yang memiliki posisi kredit terbesar adalah perdagangan dengan pangsa 21,99 persen dan mampu  tumbuh sebesar 3,70 persen. Seperti yang ia katakan sebelumnya, hal ini terutama didorong kegiatan konsumsi masyarakat yang relatif mulai membaik di tengah pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

“Senada hal tersebut, lapangan usaha Pertanian dan Kehutanan dengan pangsa sebesar 16,35 persen. Tapi mampu mengalami pertumbuhan kredit sebesar 37,18 persen. Ini utamanya didorong oleh peningkatan pinjaman sub lapangan usaha perkebunan kelapa sawit seiring dengan sempat membaiknya harga komoditas tersebut,” jelas Yufrizal.

Di sisi lain, lapangan usaha Pertambangan dengan pangsa 5,61 persen dari total kredit, masih mengalami kontraksi sebesar 23,32 persen. Ini disebabkan oleh masih rendahnya harga dan permintaan batu bara global secara tahunan. Sehingga membuat mayoritas perusahaan masih membatasi kegiatan usaha yang dilakukan.

“Selanjutnya di lapangan usaha industri pengolahan juga mengalami kondisi serupa. Dimana terkontraksi sebesar 23,69 persen. Ini disebabkan oleh masih tertahannya kinerja ekspor udang beku dan CPO di Kaltara,” pungkasnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah