Nunukan

Laura : Karena Terpaksa, Baru Keluar Kemampuan Aslinya

Bupati Laura saat melepas tanda peserta pelatihan. (Foto: Sabri)

NUNUKAN, Koran Kaltara –  Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan, pada umumnya orang – orang baru keluar kemampuan aslinya kalau sudah dipaksa.

Menurut dia, sebagai sebuah bangsa, sebetulnya setiap individu memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan bangsa lainnya.

Namun, katanya, selama ini banyak yang baru berfikir, bergerak dan melakukan sesuatu setelah ada paksaan atau ada keharusan karena kondisi kepepet.

“Fenomena seperti itulah yang sedikit banyak mewarnai suasana kebathinan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA),” ujar Laura saat memberikan sambutan dalam acara penutupan PKA Angkatan 2, tahun 2021, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (24/11) di lantai V Kantor Bupati Nunukan.

Ia mengatakan, karena syarat lulus bagi peserta PKA, yakni harus bisa membuat inovasi, maka ramai-ramai, semua peserta membuat inovasinya masing-masing.

“Saya pribadi menyambut baik pola pelatihan kepemimpinan seperti ini dimana peserta tidak hanya duduk dalam kelas, mendengarkan para narasumber menyampaikan materi. Disamping kurang sesuai dengan perkembangan zaman, metode seperti itu tidak bisa memancing peserta untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” kata Laura.

Dengan metode memaksa peserta membuat inovasi, kata Laura, maka kedepan akan muncul berbagai inovasi baru di lingkungan pemerintah daerah seluruh Indonesia.

“Bayangkan saja, jika PKA angkatan 2 ini jumlahnya 40, artinya lahir 40 inovasi. Belum lagi PKA angkatan berikutnya. Saya rasa ini menjadi fenomena yang menarik tinggal nanti seleksi alam yang jadi penentunya. Dimana inovasi yang baik akan bertahan, inovasi yang tidak baik dan asal-asalan juga akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.

Laura mengatakan, sebagai inovator, tentu harus memiliki tanggungjawab moral untuk tetap menerapkan inovasi yang sudah dibuat di lingkungan kerja masing – masing.

“Untuk itu, mengingatkan bahwa inovasi ini bukan seperti tiket menonton bola, dimana setelah masuk stadion, tiket yang dipegang akan dirobek dan dibuang begitu saja. Terapkan inovasi bahkan kalau perlu semakin disempurnakan sehingga bisa memberi manfaat yang sebesar – besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Laura, PKA tentu tidak hanya terkait inovasi saja, karena hal yang paling penting dari PKA ini adalah memberi bekal kepada peserta agar lebih siap mengemban jabatan yang diamanahkan.

“Karena sebagai pejabat, mindset, sikap dan perilaku harus semakin matang dan terukur, siap menjadi pejabat artinya harus siap menjadi pelayan masyarakat,” tegas Laura.

“Paling penting, harus bisa berbuat untuk orang banyak, ilmu harus bermanfaat, pungkasnya. (*)

Reporter: Sabri

Editor: Didik

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment