Hukum Kriminal

Lanal Nunukan Berhasil Ungkap Dua  Kasus Narkoba

Lanal Nunukan menggelar konferensi pers pengungkapan dua kasus narkoba, Selasa (20/7/2021). (foto: Asrin)
NUNUKAN, Koran Kaltara – Lanal Nunukan berhasil mengungkap dua kasus penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu di tempat berbeda dalam sehari, pada Minggu (18/7/2021) lalu.

Kasus pertama, pelaku berhasil melarikan diri dan kasus kedua, dua pelaku berhasil diamankan.

Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Nonot Eko Febrianto menjelaskan, kasus pertama terjadi di dermaga kios minyak Sei Bolong, sekitar pukul 03.15 wita dinihari.

Saat itu, pelaku terlihat menggunakan speedboat mendekati dermaga dan melemparkan barang bukti di atas dermaga.

“Sebelumnya, tim mendapatkan informasi di lapangan. Nah, Tim Lanal Nunukan langsung menurunkan Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Nunukan menuju daerah operasi. Kita bagi dua tim. Tim satu di darat dan tim dua di laut. Tim satu di Nunukan dan tim dua di Sebatik,” ungkapnya saat konferensi pers, Selasa (20/7/2021).

Saat itu, kata dia, tim di darat mendengar suara speedboat menuju kios minyak. Tim langsung melakukan pengendapan di sekitar lokasi.

“Saat speedboat itu merapat, ada hal mencurigakan karena pelaku membuang sesuatu ke arah kios,” terangnya.

Kemudian, kata dia, anggota Lanal Nunukan berusaha menghentikan speedboat tersebut dengan memberikan tembakan peringatan. Namun speedboat itu terus melaju ke arah tengah laut.

“Kebetulan speed yang digunakan sangat kecil, terlebih lagi hari masih gelap, jadi menyulitkan kita mengejarnya, sehingga pelaku melarikan diri,” bebernya.

Setelah itu,  kata dia, tim kembali ke kios minyak untuk memeriksa bungkusan plastik warna hitam yang dilempar pelaku.

Saat dibuka, ada enam bungkus plastik ukuran sedang diduga sabu-sabu seberat 300,40 gram. “Itu langsung kita amankan ke Mako Lanal Nunukan,” bebernya.

Selanjutnya, pada hari yang sama sekitar pukul 06.30 Wita dini hari, tim dua di Sebatik berhasil mengungkap penyelundupan sabu-sabu di Dermaga Sei Nyamuk Sebatik.Awalnya, Danposal Sei Pancang melakukan pemantauan di ujung Dermaga Posal Sei Pancang. Anggota Lanal Nunukan melihat speedboat mencurigakan dari arah Tawau, Malaysia menuju perairan Sebatik, Indonesia.

“Saat melintas di depan Dermaga Posal Sei Pancang, tim berusaha menghentikan speedboat tersebut. Namun speed itu terus melaju menuju Dermaga Sei Nyamuk,” jelasnya.

Karena mencurigakan, lanjut dia, dua personel diperintahkan ke Dermaga Sei Nyamuk agar melakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi membawa barang-barang terlarang.

“Setelah sampai di dermaga, personel kita menemukan orang yang diduga berada di speedboat mencurigakan tersebut. Orang itu sudah turun ke darat. Saat itu, orangnya berada di pintu keluar Dermaga Sei Nyamuk,” jelasnya.

Diduga karena melihat personel mendekati, salah seorang yang dicurigai langsung membuang sesuatu barang.

Setelah dibuka, kata dia,  ternyata ada dua bungkus ukuran sedang dan dua bungkus ukuran kecil yang diduga sabu-sabu, dengan berat bruto 125,56 gram.

“Barang bukti ini langsung kita amankan di Mako Lanal,” bebernya.

Dalam kasus kedua ini, pihaknya mengamankan dua orang, yakni berinisial AA (28) warga Desa Sei Nyamuk, Sebatik dan AS (24) warga Sebatik.

“Dua pelaku ini tidak ada kaitan dengan kasus pengungkapan pertama di Nunukan. Mereka beda lagi. Jadi, AS ini adalah orang yang sudah menunggu dan menjemput AA di dermaga,” jelasnya.

Menurut dia, pengungkapan kasus ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama antara aparat dan seluruh lapisan masyarakat.

“Karena narkoba ini musuh bersama-sama, sehingga menjadi kewajiban seluruh elemen untuk melawannya,” jelasnya.

Dua kasus tersebut saat ini dilimpahkan ke Polres Nunukan, berikut dua pelaku, barang bukti sabu-sabu dan barang bukti lainya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin