Nunukan

Lagi, 2 Pasien Covid-19 di Nunukan Meninggal

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono

NUNUKAN, Koran Kaltara – Angka kematian Covid-19 di Kabupaten Nunukan bertambah dua kasus. Kedua kasus meninggal di RSUD Nunukan tersebut masuk penularan lokal.

Penambahan dua kasus kematian Covid-19 di Kabupaten Nunukan tersebut terdata di Satgas Covid-29 Nunukan pada Senin (13/9/2021).

Mereka, yakni pasien berinisial MA, laki-laki 71 tahun, warga Pasar Baru. Pasien ini terkonfirmasi pada 2 September dan meninggal di RSUD Nunukan, sekitar pukul 14.30 WITA, Minggu (12/9/2021). Penyebab, gagal nafas dan gagal sirkulasi serta ada komorbid gagal ginjal kronis.

Kemudian, pasien berinisial DR, laki-laki 44 tahun. Pasien ini terkonfirmasi tanggal 10 September dan meninggal tanggal 10 September lalu.

“Secara akumulasi, kasus kematian semakin meningkat. Kini menjadi 127 kasus atau 2,16 persen dari total kasus konfirmasi yang mencapai 5.874 kasus,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono kepada Koran Kaltara, Senin (13/9/2021).

Selain itu, dia menyampaikan ada 4 kasus baru positif Covid-19. Semuanya penularan lokal yang menjadi pasien suspek.

“Ada juga 20 kasus sembuh yang telah selesai menjalani isolasi mandirinya,” pungkasnya.

Aris menjelaskan, meski sebagian besar Kabupaten Nunukan masuk zona kuning atau tingkat risiko rendah, namun penularan kasus dipastikan masih akan terjadi, khsusus di wilayah tiga yang menujukan peningkatan kasus.

“Kita meminta masyarakat tetap memerhatikan protokol kesehatan karena, kita tidak tahu kondisi kesehatan masyarakat di lingkungan kita,” pungkasnya.

Saat ini, kata dia, ada sekitar 356 kasus aktif di Kabupaten Nunukan. Namun 6 kasus lainnya menjalani perawatan di RSUD Nunukan dan sisanya karantina mandiri.

“Untuk kecamatan Nunukan kasus aktifnya tinggal 92 kasus, Nunukan Selatan ada 45 orang lagi, dan Sembakung ada 59 orang, sisanya di bawah angka 30 kasus,” jelas dia. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin