Tarakan

Lacak Penyebaran Covid-19 di RSUD, Pelayanan Poli Ditutup

RSUD Tarakan. (Dok/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Sebagian pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan ditutup sementara, sejak Jumat (20/11/2020). Direktur RSUD Tarakan Muhammad Hasbi Hasyim, melalui Kepala Bidang Pelayanan, Andi Rizal menuturkan, penutupan sebagian pelayanan di RSUD Tarakan ini, menyusul akan dilakukannya pelacakan atau tracing siapa saja pegawainya yang sudah terkonfirmasi Covid-19.

Untuk diketahui, saat ini sudah ada 10 orang di bagian kepegawaian RSUD Tarakan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pun langsung melakukan melakukan pelacakan, siapa saja petugas yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 lainnya.

“Kami sudah melakukan penutupan pelayanan di bagian kamar operasi elektif. Selain itu, pelayanan poli bedah, ortopedi, kebidanan, kejiwaaan, Medical Check Up (MCU) serta kandungan juga ikut ditutup. Tapi, untuk bagian operasi darurat masih tetap dibuka,” kata Andi saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Jumat (20/11/2020).

Proses pelacakan ini, lanjutnya, masih mengalami hambatan karena mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk tes swab tidak lancar.

Ia mengatakan, walaupun pemeriksaan sudah dilakukan optimal, ada pasien yang hasil pemeriksaannya tidak layak baca. “Akhirnya mau tidak mau, diulang lagi (pemeriksaan swab). Otomatis pemeriksaan jadi lambat,” tandasnya.

Pelacakan sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak salah satu petugas medis dan bagian kepegawaian terkonfirmasi Covid-19. Hal ini diketahui, setelah adanya petugas medis yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 pada 18 November lalu.

Setelah dilakukan swab beberapa hari lalu, petugas kepegawaian, keperawatan dan tenaga dokter ternyata ikut terkonfirmasi positif Covid-19. Ia sebutkan, bagian kepegawaian yang terbanyak positif Covid-19, mencapai 10 orang.

“Jadi, total ada 25 petugas di RSUD Tarakan terkonfirmasi positif Covid-19. Kita duga, ada riwayat perjalanan keluar kota. Setelah dievaluasi dan ada gejala dilakukan swab dan tracing,” ungkapnya.

Andi menambahkan, saat ini pihaknya belum mengetahui jumlah pegawainya yang sedang dilakukan tracing. Namun, ia pastikan akan terus melakukan tracing terutama kepada orang yang melakukan kontak erat hingga keluarga pasien positif Covid-19.

“Jika hasil swab menunjukan negatif, maka pelayanan akan kembali dibuka. Tapi, intinya kami tetap memberikan pelayanan. Saat ini sebenarnya masih aman. Kalau memang hasil (swab) tidak kita harapkan (masih ada yang positif), ada beberapa pelayanan kita tutup,” katanya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah