Tarakan

Kurangi Tatap Muka, Pengurusan Visa Via Online

Kepala Imigrasi Tarakan, Perdemuan Sebayang

TARAKAN, Koran Kaltara – Selama masa pandemi, pelayanan visa di Kantor Imigrasi dilakukan secara online. Hal ini mengacu pada Permen Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 yang ditetapkan 29 September lalu.

Di mana pengurusan visa tinggal terbatas yang diizinkan bagi Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia ada dua jenis pengurusan visa, yaitu, dalam rangka bekerja dan tidak bekerja.

Khusus dalam rangka bekerja, dalam hal penanaman modal dan penyatuan keluarga kemudian wisatawan lanjut usia manca negara.

Ada beberapa persyaratan normatif yang harus dipenuhi, sesuai dengan Permen 24 Hukum dan HAM Tahun 2016.

“Karena masih dalam masa pandemi, Dirjen Imigrasi mengimplementasikan dengan dikeluarkan visa elektronik. Ini sebagai inovasi, agar bisa memutus mata rantai dan mengurangi tatap muka. Jadi, semuanya by sistem, hampir sama seperti kita mau membeli tiket elektronik,” ujar Kepala Imigrasi Tarakan, Perdemuan Sebayang.

Setelah persyaratan soal penjamin yang membuat jaminan, seperti yang diatur dalam Permen Hukum dan HAM No. 24 Tahun 2016 dipenuhi baru visa elektronik dikeluarkan.

Proses visa ini selanjutnya akan disetujui Dirjen Imigrasi, setelah dikeluarkan Kedutaan Besar (Kedubes) di masing-masing negara WNA ini berasal.

“Approv el (visa elektronik) langsung dikirim ke penjamin dan WNA yang akan datang ke Indonesia. Tinggal diprint penjamin dan menyampaikan kepada WNA atau by sistem melalui email. Visa elektronik ini berupa lembaran,” jelasnya.

Pada saat WNA ini hendak membeli tiket dan check in dicek di bandara, tinggal menunjukkan hasil swab melalui PCR dengan hasil negatif kepada petugas. Setelah boarding pass didapatkan, WNA baru bisa melakukan perjalanan masuk ke Indonesia.

“Tapi, wajib menggunakan protokol kesehatan. Standarnya tetap kita berlakukan di airport kita,” tandasnya.

Disebutkan, ada tujuh bandara yang besar, ditunjuk sebagai jalur masuk WNA, yaitu, Bandara Kualanamu, Bandara Batam, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandara Ngurai Rai dan Bandara Sam Ratulangi.

Sedangkan tempat yang ditunjuk untuk pemeriksaan imigrasi lainnya, hanya khusus diberikan fasilitas seperti menggunakan alat angkut, misalnya WNA datang dengan kapalnya, di Pelabuhan di Indonesia.

“Ada 90 pelabuhan laut yang menjadi pintu masuk WNA, pekerja asing dengan membawa alat angkutnya, yaitu kapal. Jadi, Permen No. 26 ini sebagai pengganti Permen No. 11 Tahun 2020 tentang pembatasan masuknya WNA ke wilayah Indonesia,” jelasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah