Malinau

Kurang Pasokan dari Lokal, Sebabkan Harga Cabai Naik

Frans Tonapa

MALINAU, Koran Kaltara – Usai melakukan pengawasan barang kedaluwarsa di sejumlah toko, Disperindagkop dan UMKM Malinau beserta tim meninjau ketersediaan dan harga kebutuhan pokok, Kamis (15/4/2021) pagi.

Dari hasil pantauan tim di lapangan pada puasa hari ketiga, harga sejumlah komoditas relatif stabil di sejumlah pasar tradisional, yakni pasar induk dan Pasar Pelangi Desa Malinau Kota.

Menurut Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Malinau Frans Tonapa, secara keseluruhan harga barang pokok yang ada di pasar induk Desa Malinau kota dan pasar pelangi stabil,  neski naik-turun.

“Yang naik saat ini hanya cabai harga Rp130 ribu per kilogramnya. Sementara kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil,” tutur Frans.

Terkait kenaikan harga cabai tersebut, pedagang mendatangkan dari luar daerah. “Makanya mengalami kenaikan. Karena rata-rata pedagang mengambil dari luar. Kalau lombok lokal, informasi dari petani dari segi pupuk subsidi kurang,” katanya.

Berbeda dengan harga daging ayam, kata Frans, masih relatif murah. Di mana para pedagang rata-rata menjualnya perkilogramnya Rp45 ribu. “Jadi secara merata dari pedagang ayam menjualnya Rp45 ribu,” ungkapnya.

Sedangkan untuk daging sapi, lanjut Frans, sangat bervariatif karena masing masing ada menjual daging beku dan daging segar.

“Kalau daging segar itu kisaran Rp150 ribu perkilo. Sedangkan daging beku kisaran Rp120 ribu,” jelasnya.

Disebutkannya, kebutuhan daging dalam perharinya yang dikonsumsi oleh masyarakat di Malinau kurang lebih 1,2 ton. “Perminggu saja para pedagang bisa menghabiskan 400 perkilogramnya. Kalau perbulannya itu 1,2 ton. Dan rata-rata daging sapi asal luar, belum lokal. Karena populasi sapi di Malinau masih minim,” pungkasnya. (*)

Reporter: Solliamansyah
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah