Politik

KPU Persiapkan Panelis Debat Kandidat

Hariyadi Hamid

TARAKAN, Koran Kaltara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara sedang mempersiapkan panelis dalam debat publik kandidat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara.

Meski saat ini belum memasuki tahapan pendaftaran calon, namun Komisioner KPU Kaltara, Hariyadi Hamid menuturkan pihaknya sudah mempersiapkan sejak jauh hari.

Dalam perencanaan KPU Kaltara, debat kandidat ini akan dilaksanakan tiga kali dengan variasi. Misalnya, dari sisi kombinasi pasangan calon atau terkait setting tempat, apakah dua kali di daerah dan satu di pusat. Dari sisi kebijakan di internal, panelis ini diutamakan dari kalangan akademisi.

Akademisi yang akan diberdayakan, dari lingkup Provinsi Kaltara, seperti di Universitas Borneo Tarakan, Universitas Kaltara, STIE Bulungan, STIMIK PPKIA dan kampus yang lain. Survei dilakukan dengan pembagian dalam lima tim.

“Ada yang ke Jogjakarta, ke Jakarta, Kalsel dan Universitas Borneo maupun Universitas Mulawarman di Samarinda. Sisa satu tim lagi, apakah ke Makassar atau ke Palangkaraya,” kata Hariyadi, ditemui di Tarakan, Rabu (29/7/2020).

Selanjutnya, akan disusun daftar nama calon yang akan direkomendasikan sebagai tim panelis, untuk diputuskan bersama. Dalam konsep debat ini, akan dilakukan dalam tahapan kampanye, setelah penetapan paslon, sekitar September. Kemudian akan dilaksanakan debat kedua di Oktober dan ketiga di November.

KPU Kaltara memperhitungkan bagaimana pesan, visi dan misi paslon bisa sampai ke masyarakat. Ditambah lagi keterlibatan banyak pihak, semacam publikasi secara luas secara offline dan online.

“Persiapan sudah sekitar 60 persen, terkait penyusunan daftar nama. Mulai dari tim panelis dan moderator,” tuturnya.

Namun, ia mengaku masih membutuhkan tim pakar, orang yang berpengalaman untuk melakukan pendampingan terhadap KPU. Panelis, moderator maupun tim pakar harus bebas dari hubungan dengan kandidat dan bukan partisan, simpatisan partai politik (parpol).

Jika ditemukan pernah di parpol, akan dipastikan tidak pernah berhubungan lagi dengan parpol.

Memastikan independensi, tidak hanya penyelenggara tetapi netralitas dari tim panelis. Terutama, saat ada petahana yang ikut maju, nantinya dari KPU akan melihat rekam jejak dari calon panelis, di media sosial maupun komentarnya di media massa. KPU akan meminta opini dari pihak lain, terkait calon panelis.

“Proses seleksi dilakukan secara ketat. Jika namanya direkomendasikan tetapi terhubung dengan bagian pemerintahan, kita minta memilih. Apakah tetap dalam bagian, misalnya tim percepatan yang dibentuk pemerintah dan berhubungan secara intens, sifatnya bulanan,” bebernya.

Debat kandidat akan disiarkan di TV nasional dengan target anggaran Rp1,4 miliar sekali siaran. Kemudian dua kali di TV lokal dengan anggaran keseluruhan, diperkirakan Rp3 miliar hingga Rp4 miliar.

“Kalau debat lalu bisa bawa pendukung, dalam debat kali ini kan masih masa pandemi. Sesuai PKPU No.6 tahun 2020, debat dibatasi tidak ada pendukung maupun undangan. Jadi, dibatasi paslon, KPU, Panelis dan dihadiri sebagian tim kampanye. Jumlahnya diatur maksimal 10 orang,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah