Hukum Kriminal

KPKNL Digugat Melawan Hukum PT Gusher

Sidang perjara KPKNL beberapa waktu lalu. (Foto: Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tarakan, menjadi tergugat dalam dugaan melawan hukum di Pengadilan Negeri Tarakan.

Gusti Syaifuddin sebagai penggugat menuding KPKNL melakukan perbuatan melawan hukum karena melakukan lelang Grand Tarakan dan Mall (GTM), sementara GTM saat ini masih dalam proses utang piutang.

Humas Pengadilan Negeri Tarakan, Melcky Johny Ottoh saat dikonfirmasi mengungkapkan dalam sidang kemarin (12/10/2020), mantan kuasa hukum Gusti, Salahuddin dihadirkan pihak penggugat sebagai saksi.

“Minggu depan masih diberikan kesempatan untuk tergugat. Kalau sidang tadi (kemarin, Red) saksi dari penggugat, satu orang saja. Saksi dari penggugat ini dulu kuasa hukum Gusti, bersaksi tentang perkara utang piutang ini sebelumnya,” jelas Melcky.

Melcky juga mengungkapkan, penggugat berpendapat dalam utang piutang jelas masih belum selesai dan masih dalam proses.

Utang piutang ini juga bersifat pribadi, tapi dipermasalahkan secara keseluruhan, GTM dan PT Gusher sebagai perusahaan yang menaungi GTM.

“Padahal, ini kan utang piutang pribadi dan bukan urusan Gusti. Tapi, nanti dilihat bagaimana hasil akhirnya, karena sidang masih berjalan dan belum semua saksi dan keterangan disampaikan di persidangan,” ungkapnya.

Soal utang pribadi pemegang saham lainnya, Hendrik Hakim ini dijelaskan Salahuddin dalam keterangannya sebagai saksi, bukan utang PT Gusher dan GTM.

Ada beberapa putusan Majelis Hakim yang disampaikan Salahuddin, selain putusan di Pengadilan Negeri Tarakan, putusan di tingkat kasasi dan banding kemudian peninjauan kembali.

“Ada juga putusan Pengadilan Niaga dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Nanti, akan jadi pertimbangan majelis hakim dan keterangan saksi maupun bukti surat yang ada di persidangan,” tandasnya.

Untuk diketahui, PT Gusher menuding KPKNL mengabaikan upaya hukum pidana yang masih berproses di Polrestabes Surabaya, terkait rekayasa pailit PT Gusher.

Pihaknya pun sudah memberikan bukti laporan polisi ini kepada KPKNL, namun lelang tetap dilakukan KPKNL beberapa waktu lalu.

Dalam lelang, nilai limit yang ditawarkan sebesar Rp255 miliar dengan uang jaminan sebesar Rp63.750.000.000.
GTM ini dibangun di atas tanah Pemkot Tarakan, seluas 5.723 meter persegi, masa kontraknya habis 2030 mendatang. Kemudian Plaza Gusher, tanah pemerintah seluas 46.000 meter persegi.

PT Gusher beranggapan KPKNL tidak mengkaji lebih dalam undang-undang kepailitan dan PKPU Pasal 225 ayat 4 junto pasal 228 ayat 6, maksimal penyelesaian perkara PKPU dan pailit, 270 hari setelah diputus pada 9 Mei 2017.

Selain itu, KPKNL juga disebut tidak pernah mendapatkan persetujuan dari 55 tenant di GTM yang memiliki Perjanjian Pendahuluan Jual Beli (PPJB) dari Notaris di tahun 2004 dan sudah lunas. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah