Malinau

Kompleks Kantor Pemerintahan Malinau Diwarnai

Bupati Malinau Yansen TP beserta Kepala OPD saat mewarnai pelataran halaman Kantor Bupati Malinau, Jumat (7/12/2018). (Foto: Sulaiman)
MALINAU, Koran Kaltara – Belum cukup menyulap halaman Kantor Bupati Malinau dengan warna-warni seperti pelangi dan dicat bermotif etnik dan gambar tempayan (guci, Red.), kali ini, Bupati Malinau Yansen TP mengajak setiap OPD dan instansi vertikal menata lingkungan kantor masing-masing dengan cat berwarna-warni. Kegiatan mewarnai itu dilakukan, Jumat (7/12/2018). Berdasarkan pantuan Koran Kaltara, puluhan pegawai…

MALINAU, Koran Kaltara – Belum cukup menyulap halaman Kantor Bupati Malinau dengan warna-warni seperti pelangi dan dicat bermotif etnik dan gambar tempayan (guci, Red.), kali ini, Bupati Malinau Yansen TP mengajak setiap OPD dan instansi vertikal menata lingkungan kantor masing-masing dengan cat berwarna-warni. Kegiatan mewarnai itu dilakukan, Jumat (7/12/2018).

Berdasarkan pantuan Koran Kaltara, puluhan pegawai setiap OPD dan instansi vertikal, tak terkecuali bupati  ikut berjongkok sambil mengayunkan kuas di atas plataran halaman Kantor Bupati Malinau.

Tak hanya di bagian halaman kantor bupati saja, namun di sepanjang trotoar Lapangan Pro Sehat Intimung sederet pegawai turut mewarnai. Tak ayal, kompleks  kantor pemerintahan tampak indah.

Yansen TP menyatakan, bahwa mewarnai setiap trotoar ini dalam rangka membangun inspirasi kreatifitas nasionalis di Malinau.  “Saya mengajak kita memulai suatu gebrakan dalam rangka membangun semangat kreatifitas di Malinau,” kata Yansen, Jumat (7/12/2018).

Sejak awal, kata dia, Pemkab Malinau sudah mencanangkan semangat pelangi di Malinau. Namun, dalam perjalanan masih banyak yang belum mencernai filosofi arti dari pelangi tersebut.

“Warna pelangi itu memiliki filosofi yang tercerminkan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, kita hidup dengan perbedaan, namun perlu dalam kebersamaan. Jadi itu konsep pelangi,” jelasnya.

Karena itu, Yansen mengajak warna pelangi perlu dibudayakan dari sekarang untuk masa depan masyarakat Malinau yang dinilai memiliki keberagaman ras, suku, agama dan latar belakang berbeda-beda. “Nah dari keberagaman itu, kita  harus hidup harmonis,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan ke tengah masyarakat, kata dia, harus dimulai dengan komitmen bersama dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan satuan penegak hukum lainnya agar bisa memberikan contoh.

“Kalau kita bersatu tentu akan menjadi teladan bagi masyarakat Malinau. Jadi langkah awal ini untuk membangun Malinau kedepan,” jelasnya.

Paling tidak, kata dia, kreatifitas yang dibangun akan mengunggah masyarakat Malinau secara perlahan-lahan untuk hidup secara kebersamaan melalui warna-warni pelangi.

“Harapan kedepannya, di setiap RT maupun pengusaha-pengusaha bisa berpartisipasi mewujudkan kreatifitas nasionalis kebangsaan di Malinau,” katanya.

Selain itu, menurut dia, dengan warna-warni di kompleks pemerintahan akan menjadi icon mendukung Malinau sebagai kabupaten pariwisata yang sudah digaungkan sejak lama.

“Saya juga sering mengatakan bahwa Malinau punya potensi besar sebagai destinasi wisata pemerintahan atau government tourism. Nah kita wujudkan melalui kreativitas seperti ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sulaiman

Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 8 Desember 2018