Kinerja Ekspor Kaltara Menggembirakan

Batu Bara

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara - Kinerja ekspor pada triwulan III 2023 tercatat tumbuh positif dan lebih tinggi dari capaian triwulan II 2023. Demikian disampaikan Kepala KPw Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara, Wahyu Indra Sukma.

 

Dalam Laporan Perekonomian Provinsi yang dirilis bulan ini, ekspor Kaltara triwulan III tercatat tumbuh 3,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi daripada capaian triwulan II 2023 sebesar 1,58 persen.

“Kinerja ekspor memberikan andil sebesar 3,68 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltara triwulan III 2023,” kata Wahyu.

 

Kinerja positif ekspor terutama didorong oleh masih terjaganya permintaan terhadap komoditas utama, di antaranya batu bara untuk pemenuhan permintaan dalam negeri. Di sisi lain, pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi tertahan oleh melambatnya ekspor komoditas perikanan. Hal ini seiring dengan masih rendahnya permintaan dari negara tujuan ekspor.

“Sejalan dengan kinerja ekspor yang positif, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Kaltara pada triwulan III 2023 juga masih tercatat surplus, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya,” jelas Wahyu.

 

Secara nominal, ekspor tercatat sebesar USD378,92 juta, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar USD490,20 juta. Sedangkan nominal impor juga mengalami penurunan pada triwulan III 2023 dari sebelumnya USD126,52 juta menjadi USD122,47 juta.

“Dengan demikian neraca perdagangan luar negeri Kaltara pada periode triwulan III-2023 tercatat surplus sebesar USD256,45 juta,” paparnya.

 

Kondisi ini terutama disebabkan oleh berlanjutnya tren penurunan Harga Batu bara Acuan (HBA) pada triwulan laporan, dimana  berdampak pada turunnya sumbangan dari ekspor batubara sebagai komoditas ekspor unggulan Kaltara. 

“Kinerja ekspor yang tumbuh lebih tinggi pada triwulan laporan terutama didorong oleh masih terjaganya permintaan komoditas batubara dan plywood,” ujarnya.

 

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batu bara nasional pada triwulan III 2023 tercatat tumbuh sebesar 6,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 25,29 persen.

“Kondisi tersebut terutama didorong oleh kebutuhan batu bara dalam negeri, terutama untuk keperluan industri smelter dan permintaan domestik untuk batubara Kalori Rendah (low rank) yang berasal dari berbagai jenis industri, seperti Pembangkit Listrik, Industri Semen serta smelter mineral,” jelasnya.

 

Kinerja ekspor pada triwulan laporan yang tetap terjaga juga didukung oleh perbaikan kinerja ekspor plywood, meskipun masih mengalami kontraksi sebesar 5,94 persen di tengah membaiknya permintaan dari negara tujuan ekspor.

 

Ekspor ikan juga turut mendorong kinerja ekspor pada triwulan laporan dengan pertumbuhan mencapai 30,11 persen, lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya. Di sisi lain, pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi pada triwulan III 2023 tertahan oleh melemahnya kinerja ekspor komoditas udang. 

 

“Ekspor udang pada triwulan III 2023 masih terkontraksi sebesar 22,18 persen, sedikit lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 22,03 persen,” ujarnya.

Kondisi ini terutama dipicu oleh masih belum pulihnya permintaan dari negara tujuan utama ekspor udang seperti Jepang dan Korea. Kontraksi pertumbuhan ekonomi di kedua negara tersebut berdampak terhadap pada daya beli masyarakat, sehingga mengurangi konsumsi bahan pangan premium seperti udang. 

“Kondisi tersebut juga tercermin dari masih berlanjutnya penurunan harga jual udang sebesar USD8,60/kg atau terkontraksi 24,96 persen pada triwulan laporan,” ungkapnya.

 

Berdasarkan kelompoknya, ekspor Kaltara pada triwulan III 2023 masih didominasi oleh komoditas mineral non-migas. Komoditas mineral non-migas didominasi oleh batu bara sebesar 77,72 persen dari total nominal ekspor, sedikit menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 85,27 persen. 

 

Sementara itu, ekspor rokok, udang dan plywood menempati urutan kedua, ketiga dan keempat dengan pangsa masing-masing sebesar 10,83 persen, 4,46 persen, dan 2,96 persen. Adapun pangsa komoditas lainnya seperti rumput laut, kepiting, ikan mencapai 4,08 persen.

“Berdasarkan negara tujuan ekspor, Tiongkok, India, dan Jepang merupakan tujuan utama ekspor dari Kaltara khususnya untuk komoditas batu bara, diikuti oleh Malaysia dan Korea Selatan,” urainya.(*)

 

Reporter: Agung

Editor: Nurul

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2024 Korankaltara.com