- Pembangunan Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
TARAKAN, Koran Kaltara – Hari ini (1/3/2019) menjadi momen paling ditunggu masyarakat Kota Tarakan, khususnya bagi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan terpilih periode 2019-2024, Khairul dan Effendy Djuprianto. Pasalnya, keduanya akan dilantik Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie untuk memimpin Tarakan selama 5 tahun ke depan. Beberapa langkah awal akan dilakukan Khairul dalam menjalankan kebijakan pemerintahan.
Kebijakan yang akan dijalankan setelah dilantik di antaranya mencari sumber anggaran untuk membangun infrastruktur, menyediakan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan melakukan reposisi jabatan. Selain itu, pasangan yang terpilih atas Pemilihan Kepala Daerah pada medio tahun 2018 lalu juga akan menyediakan perumahan murah, meresmikan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan tipe C, dan beberapa kebijakan prioritas lainnya.
“Posisi utang masih banyak untuk melanjutkan pembangunan harus cari uang dari luar. Kalau mengandalkan APBD, nanti dulu, kecuali gaji pegawai tidak dibayar, baru bisa. Untuk pelayanan dasar yang betul-betul menyangkut hidup orang banyak, yang penting bagi kami masyarakat otaknya pintar, badannya sehat, perutnya kenyang, dan kantongnya berisi,” terangnya, saat ditemui
Koran Kaltara.
Lebih lanjut dikatakan Khairul, masalah lainnya memang harus diselesaikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Selain itu, Khairul juga akan melihat hasil analisa jabatan, sebagai dasar mengajukan penambahan ke pemerintah pusat.
“Kita lihat kebutuhan, tentu analisa jabatan harus dilakukan. Ada beberapa jabatan fungsional dan umum serta khusus masih ada yang kurang apa tidak. Ini sebagai dasar melakukan pengajuan, baik pegawai maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Sedangkan untuk pejabat tinggi pratama akan dilakukan lelang jabatan di posisi yang kosong, tetapi akan dilakukan
mapping ulang terlebih dulu,” bebernya.
Jabatan yang kosong biasanya terjadi karena yang bersangkutan telah pensiun, pindah kerja di wilayah lain, meninggal dunia dan karena faktor lainnya. Hal ini dilakukan supaya roda pemerintahan tetap berjalan harus segera diisi. Namun pergeseran-pergeseran ini baru bisa dilakukan Khairul setelah enam bulan menjabat sebagai kepala daerah.
Usai dilantik, Khairul dan Effendy akan melakukan persiapan peresmian Rumah Sakit Umum Kota Tarakan tipe C yang berada di Jalan Hake Babu. Rencananya akan dilakukan pada 9 Maret, dan operasional pada 11 Maret.
Lebih lanjut diutarakan Khairul, ia bersama Effendy Djuprianto juga menyiapkan perumahan murah bagi warga Tarakan. Bahkan untuk bisa memiliki rumah ini tidak perlu DP atau uang muka, tetapi harus membeli dengan cara diangsur. Untuk rumah murah tahap awal akan dibangun 10 ribu unit yang dibangun secara bertahap. Bagi pengembang property bisa ikut berpartisipasi membangun rumah murah ini, tetapi harus mengikuti aturan dari pemerintah kota Tarakan.
“Harapan kami, masyarakat punya rumah yang layak untuk ditempati. Bagi developer yang mau ikut membangun, silakan, tetapi harus mengikuti skin kami,” ucapnya.
Sementara itu, Effendy Djuprianto sebagai Wakil Wali Kota Tarakan akan mendukung sepenuhnya kebijakan yang akan dijalankan Khairul. Bahkan politisi Partai Hanura yang pernah menjabat sebagai ketua DPRD Tarakan ini akan bekerja sesuai dengan undang-undang.
“Saya sudah membaca undang-undang yang mengatur tentang fungsi kepala daerah dan wakilnya. Dalam aturan sudah jelas, bahwa pengambil kebijakan adalah wali kota.
Insya Allah selama kita berpegang pada itu, tidak akan ada masalah atau mis-manajemen suatu daerah. Tidak mungkin satu kapal dua nahkoda, makanya kami berusaha untuk tetap harmonis,” ungkapnya.
(*)
Reporter : Sofyan Ali Mustafa
Editor : Nurul Lamunsari