Tarakan

Khairul: Covid-19 Bagaikan Fenomena Gunung Es

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Tarakan, Khairul

TARAKAN, Koran Kaltara – Covid-19 di Tarakan bagai fenomena gunung es. Adanya orang tanpa gejala (OTG) membuat virus ini sulit terdeteksi. Hal itu diungkapkan Wali Kota Tarakan, Khairul, Jumat (3/7/2020)

“Ada fenomena di mana yang kena justru tenaga kesehatan yang tidak menangani Covid-19, yang berada dalam ruang isolasi malah aman. Berarti di saat melayani menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seadanya, mungkin level satu dan yang dihadapi mungkin OTG. Artinya di masyarakat kita masih banyak juga yang sudah OTG yang belum terdeteksi, ini fenomena gunung es,” ujar Khairul yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Tarakan.

Fenomena gunung es merupakan istilah untuk menggambarkan bahwa virus yang terdeteksi tidak sebanyak yang belum terlihat. Tarakan menjadi daerah terkonfirmasi positif terbanyak di Kalimantan Utara.

Menurut Khairul karena memang timnya sedang melakukan pencarian atau tracing kasus. Sedangkan bagi daerah yang sedikit penderitanya ada dua kemungkinan, yang pertama karena memang tidak ada kasus dan yang kedua tidak dilakukan pelacakan atau tidak di cari.

“Yang dirawat di rumah sakit hanya 10 persen yang tertangkap. Di sini dari kasus sekian puluh orang hanya 4-5 yang bergejala sakit sehingga terdeteksi saat berobat ke pelayanan kesehatan seperti Puskesmas maupun rumah sakit. Setelah ada gejala Covid-19 dilakukan surveillance dan akhirnya ditemukan penderitanya dan kita rawat di rumah sakit,” bebernya.

Di Tarakan, akumulasi kasus ada 78 di mana 4 persenya merupakan yang benar-benar merasakan gejala sakit.

Sama halnya dengan Anak Buah Kapal (ABK) Fuen 07 hanya dua yang awalnya sakit lalu dilakukan rapid tes ternyata reaktif, kemudian setelah dilakukan swab ternyata positif. Lalu dilakukan swab lagi ke seluruh ABK, muncul lagi yang positif padahal rata-rata tidak bergejala.

“Fenomena gunung es Covid-19 mirip HIV/AIDS, karena tidak bisa diketahui sebelum kita melakukan pemeriksaan di laboratorium. Jadi kalau tidak kita cari tidak akan ketemu. Kalaupun tidak kita cari akan ketemu saat berobat ke rumah sakit, tetapi sudah menularkan ke banyak orang,” urai Khairul.

Menanggapi adanya tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 dengan jumlah yang cukup tinggi, Khairul mengaku bahwa hal tersebut wajar terjadi karena kontak langsung dengan pasien yang terkadang OTG walau sudah berbekal APD lengkap.

“Kemungkinan masih banyak pasien yang OTG yang berkeliaran. Kita tidak ada masalah mau naik atau turun karena kita fokus tracing untuk menemukan OTG yang masih belum terdeteksi untuk secepatnya kita tangani,” paparnya.
Belum lagi sampel swab yang dikirim ke Surabaya ada ratusan yang belum keluar hasilnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Rifat Munisa

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah