Kepala Daerah Punya Tanggung Jawab Penuh pada KLA

Hamid Patilima

TARAKAN, Koran Kaltara – Tim Evaluasi dan Vasilitator Kota Layak Anak, Hamid Patilima mengatakan, bahwa untuk mewujdukan Tarakan sebagai Kota Layak Anak (KLA) itu menjadi tanggung jawab kepala daerah, baik itu wali kota maupun bupati. Termasuk mendapatkan dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik dinas maupun lembaga yang berada di bawah kendalinya.

“Yang tidak kalah penting adalah membangun pemahaman orang tua terhadap anak-anak, membaca dari tulisan-tulisan kita. Sehingga terbangun kesadaran yang baru, bahwa anak yang ada di depan kita sendiri juga anak kita. Jadi teman-teman punya kemampuan mempengaruhi orang itu, itu yang perlu didapat,” terangnya, Rabu (29/5).

Lebih lanjut dikatakan Hamid, bahwa untuk mewujudkan Tarakan sebagai KLA menjadi tanggung jawab penuh wali kota, tetapi dalam bekerja tidak sendiri harus didukung kepala dinas dan lembaga yang hebat, yang respon terhadap anak. Dia juga mendapatkan dukungan dari masyarakat baik per orang maupun organisasi kemasyarakatan.

“Peran dunia usaha juga penting, ada asosiasi perusahaan sahabat anak Indonesia, yang nanti akan mendampingi, membimbing perusahaan itu. Sehingga nantinya punya kebijakan perlindungan anak, lalu memiliki produk yang ramah anak, dan memiliki CSR dari perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan daerah sebagai KLA, ada peran kunci yaitu media massa. Yang nanti akan mengungkap ada sisi-sisi positif dari masing-masing OPD yang menjadi sebuah inovasi, yang dampaknya baik untuk Tarakan sehingga menjadi kota pembelajaran.

“Orang-orang akan datang ke Tarakan belajar tentang kebaikan-kebaikan, itu didapat dari berita yang kita kemas dan mereka mau merencanakan belajar ke dinas – dinas di Tarakan. Peran media sangat penting sekali, karena juga membantu mendampingi anak-anak sehingga mampu mengemas berita yang menarik, tetapi juga harus memfilter berita yang berguna untuk pengembangan diri mereka, atau sebagai pengingat untuk diri kita untuk tidak melakukan hal yang mengangkat kekerasan, pornografi, intoleransi,” bebernya.

Yang terakhir peran media sebagai pendorong seorang wartawan yang melihat ada penderitaan, seorang anak yang akhirnya menggerakkannya untuk membantu dengan membentuk institusi untuk menyelamatkan anak-anak.

“Kunci kabupaten/kota menjadi KLA itu bagaimana anak itu menjadi mitra kita, untuk meminta mereka berpikir dan apa yang mereka bisa lakukan, baik dalam bentuk suara maupun bentuk tulisan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan

Editor: Fathu Rizqil Mufid

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com