Bulungan

Kepala Daerah Diminta Tegas Larang Mudik Lebaran

Aktivitas di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, sebagai salah satu pintu gerbang keluar masuk Bulungan. (Foto : Nurjannah)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara –  Pemerintah secara tegas telah mengeluarkan aturan larangan mudik pada hari raya idulfitri tahun ini. Larangan sebagai upaya pencegahan virus corona atau covid-19 itu, diminta diberlakukan di semua daerah. Kepala Daerah diharap tegas membuat putusan turunan aturan dari pusat itu.

Seperti diketahui, Pemerinta melarang mudik lebaran dilarang, terhitung mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Selain itu, ada pula addendum yang berisi tentang pengetatan perjalanan dalam negeri selama H-14 dan H+7 larangan mudik lebaran, atau tanggal 22 April sampai 5 Mei, dan Tanggal 18 sampai 24 Mei 2021.

Terkait hal itu, kemarin digelar rapat koordinasi secara virtual yang diprakarsai oleh Kementerian Dalam Negeri. Rapat diikuti oleh seluruh kepala daerah dan juga pihak-pihak terkaitnya.

Wakil Bupati (Wabup) Bulungan Ingkong Ala, yang mengikuti rapat itu mengatakan, dalam pertemuan secara daring atau online tersebut, semua kepala daerah mendapat pengarahan dari Mendagri, Tito Karnavia. Juga  dari kementerian perhubungan. Intinya, agar semua kepala daerah tegas terkait larangan mudik idulfitri 1442 hijriah ini.

“Itu hal yang penting, kemudian kita juga diminta harus tetap berkoordinasi dengan Forkompinda masing-masing. Jangan ada Gubernur atau walikota atau bupati bekerja sendiri tanpa koordinasi,” ujarnya.

Disinggung mengenai kebijakan di Bulungan, ia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan bersama dengan  pihak terkait. Termasuk di antaranya terkait jalur mudik dengan akses yang relatif dekat meskipun berbeda provinsi, seperti Bulungan Provinsi Kaltara-Berau Provinsi Kalimantan Timur.

“Sejauh ini memang paling banyak dan diatensi mudik di wilayah Jawa, tadi saja diinformasikan sudah ada sekitar 140 an ribu kendaraan yang diminta balik kembali dan tidak diperkenankan mudik. Kecuali dengan alasan jelas, seperti sakit atau keluarga meninggal dengan dilengkapi keterangan buktinya. Itu baru ada pertimbangan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Wabup, meski tidak seramai di Jawa, di Bulungan juga tetap perlu dilakukan antisipasi. Apalagi hingga saat ini khususnya penyebaran covid-19 masih terjadi. Belum lagi dengan adanya berbagai jenis varian virus baru. “Untuk yang ke arah Berau itu kita coba nanti bahas seperti apa kebijakannya, kita harus rapatkan kembali dengan Forkopimda,” kata Ingkong.

Apakah ada sanksi bagi yang melanggar? Wabup menegaskan, karena ini serenatak maka dimungkinkan adanya yang keluar dari kebijakan itu sulit. Nantinya aka  ada penjagaan, baik pelabuhan maupun yang melalui akses darat.

Terkait aktivitas mudik sendiri, sejauh ini baik transportasi darat seperti Damri, maupun laut dan sungai, yakni di Pelabuhan Kayan II diketahui masih normal.

Petugas melakukan sesuai regulasi yang akan ditetapkan daerah. Seperti disampaikan Kepala Pos Pelabuhan Kayan II UPP Kelas II Tanjung Selor, Mulyono, sejauh ini pelabuhan tetap beroperasi seperti biasa. “Kami tetap menyesuaikan regulasi yang ada,” katanya singkat. (*)

Reporter: Nurjannah

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah