Headline

Kenaikan Upah Menghindari Demonstrasi Buruh

Khairul

TARAKAN, Koran Kaltara –  Pemerintah kota Tarakan menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar 0,13 persen dari UMK 2020. Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan bahwa jika mengacu pada SE Menteri Ketenagakerjaan tersebut, seharusnya tidak ada kenaikan UMK. Namun di Kalimantan Utara, hanya Tarakan yang menaikkan.

“Kita saja yang berani menaikkan. Karena kita mempertimbangkan berbagai situasi. Jangan sampai gara-gara ini, terus terjadi demo. Kalau dalam situasi pandemi mereka akan demo, kumpul-kumpul, terus kapan pandemi ini selesai,” terangnya, saat bertemu dengan wartawan di ruang kerjanya, Jumat (27/11/2020).

Dalam menghadapi situasi seperti saat ini, harus dengan kebijakan supaya perusahaan tidak tutup dan buruh juga tetap sejahtera. Di tahun 2020, UMK Tarakan ditetapkan sebesar Rp3.756.825. Nilai ini sudah yang paling tinggi se-Kalimantan. Pada pembahasan UMK 2021, melibatkan Dewan Pengupahan Kota yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, serikat pekerja, dan pengusaha. Beberapa kali menggelar pertemuan, namun tidak menemukan kesepakatan. Oleh karena itu, sebagai penengah, Pemerintah Kota Tarakan mengambil kebijakan ini.

Dasar pertimbangan UMK Tarakan 2021 tetap mengacu pada SE Menteri Ketenagakerjaan dan SK Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.797/2020 tentang UMP Kaltara yang ditetapkan sebesar Rp 3.000.804,00. Kemudian ada berita acara hasil kesepakatan bersama pembahasan UMK Tarakan untuk 2021 pada 11 November lalu oleh Dewan Pengupahan, dimana Apindo dan serikat pekerja menyerahkan sepenuhnya usulan UMK 2021 kepada Pemerintah Kota Tarakan.

Dengan demikian, UMK Tarakan 2021 ditetapkan sebesar Rp3.761.896.  jika dibandingkan dengan tahun 2020, nilai UMK 2021 naik Rp5.071. Ditegaskan, kenaikan ini juga sebagai upaya melindungi pekerja dan keberlangsungan dunia usaha.  Sehingga, pelaku usaha juga dapat menghindari pemutusan hubungan kerja karena upah yang terlalu tinggi di tengah ketidakstabilan ekonomi.

“Memberikan perlindungan dan kelangsungan bagi pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha di Tarakan. Yang ke dua, ketetapan ini juga untuk menjaga kondusifitas, kesehatan, keamanan, dan ketertiban di Kota Tarakan. Kita sudah berikan kesempatan kepada pengusaha dan serikat pekerja untuk melakukan pembahasan, namun beberapa kali pertemuan tidak membuahkan hasil,” ungkapnya.

Pemkot Tarakan mengambil alih dan mengusulkan besaran UMK ke Provinsi Kaltara untuk mendapatkan persetujuan Gubernur, dan telah disetujui. Dengan demikian, UMK 2021 akan mulai berlaku pada Januari mendatang. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah