Kementan Dorong Perluasan Lahan Sawah
Dyah Susilokarti
Upaya Mendukung Ketahanan Pangan di Indonesia
TARAKAN, Koran Kaltara – Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian (Kementan), Dyah Susilokarti dalam kunjungannya ke Tarakan mengatakan, pemerintah sedang mendorong perluasan lahan persawahan untuk memproduksi padi. Dengan demikian, Indonesia akan mampu swasembada beras untuk mendukung ketahanan pangan.
“Kita jadikan potensi untuk menambah luas tanah pertanian, sehingga tidak ada lahan tidur di suatu wilayah. Kalau ada lahan tidur, kita upayakan solusinya, misalnya minimnya air maka kita akan bangunkan irigasi dari sumber air terdekat,” terangnya, Kamis (16/1/2025).
Di 2025 ada program cetak sawah 3 juta hektar, di mana 1 juta hektarnya berada di Papua, sedangkan sisanya di Kalimantan Tengah.
“Itu kita buka dulu, karena fokus kita saat ini daerah yang memiliki potensi. Setelah itu dilanjutkan ke wilayah lain yang memang siap untuk dicetak sawahnya,” katanya.
Disinggung soal standar harga gabah, Dyah mengaku bahwa pemerintah telah mengeluarkan SK (Surat Keputusan) terkait harga gabah di kisaran harga Rp6.500. Tentu di setiap daerah akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, termasuk kualitas gabah itu sendiri.
“Standar harga gabah kemarin sudah ada SK-nya, bahwa harga yang memang harus kita sesuaikan dengan penetapan itu. Nanti kita lihat lagi di masing-masing wilayah, termasuk kualitas gabahnya. Kita upayakan untuk tidak ada lagi penurunan harga gabah, karena kita harus menjaga harga itu. Dengan penetapan yang dilakukan pemerintah, petani tidak merugi, harga gabah tidak semakin turun,” ungkapnya.
Selama ini, Kementerian Pertanian sudah membantu petani kita, dengan berbagai program yang dijalankan, seperti cetak sawah baru, optimalisasi lahan, pembangunan irigasi, pemberian bantuan benih dan pupuk, serta peralatan pertanian.
“Kita berikan dalam satu paket, sehingga petani bisa melakukan kegiatan mulai sejak hulu sampai hilir, mulai dari mengolah tanah sampai panen,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sofyan
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
BERITA TERKAIT
Berita terkait tidak ditemukan!