Nunukan

Kemenkes, WHO dan 3 Universitas Lakukan Seroepidemiologi Covid-19 di Nunukan

Pengambilan sampel dan wawancara responden. (Foto: Istimewa)

NUNUKAN, Koran Kaltara –  Dalam rangka percepatan penanggulangan pandemi Covid-19, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerja sama dengan WHO (World Health Organization) Indonesia dan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Unhas dan Unair melakukan kajian Seroepidemiologi Infeksi SARS-CoV-2 berbasis populasi di 69 kabupaten/kota dari 17 provinsi di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Nunukan.

Kabi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Nunukan, Irma Yanti mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi (jumlah individu dalam suatu populasi yang menunjukkan hasil positif untuk penyakit tertentu berdasarkan specimen serologi/serum darah) antibodi terhadap Covid-19 pada populasi.

Dan, hasil kajiaan ini akan bermanfaat dalam mengembangkan kebijakan kesehatan berbasis bukti (avidance based regulation) dalam melakukan respon terhadap Covid-19.

Tim Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara dan Kabupaten Nunukan atas bimbingan Universitas Hasanuddin melakukan riset atau penelitian ke masyarakat yang sudah dijadikan lokus oleh WHO, karena tidak semua wilayah dijadikan lokus. WHO juga sudah menentukan zona yang masuk dalam penetapan lokus, baik itu yang zonanya merah sampai ke zona hijau sekalipun.

Penelitian ini tidak terfokus kepada responden yang sudah terkonfirmasi maupun tidak konfirmasi posistif Covid, dengan batas usia 1-80 tahun, baik laki-laki maupun perempuan.

“Di Kaltara hanya mengambil lokus empat kabupaten/kota, yakni Tarakan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung,” ujar Irma Yanti, Rabu (13/1/2021).

Dia mengatakan, masing-masing kabupaten/kota juga sudah ditentukan klaster desanya. Khusus di Nunukan ada 13 kecamatan yang menjadi lokus atau klaster survei. Masing-masing kecamatan ada beberapa desa yang akan menjadi objek pengambilan sampel.

Kemudian, setiap desa sudah ditentukan berapa responden yang akan diambil sampelnya. Seluruh sampel yang akan diambil di Nunukan sebanyak 240 sampel.

Adapun metode kajian SeroEpidemiologi untuk infeksi virus Covid-19 adalah dengan studi prospektif berbasis populasi dan berdasarkan usia. Dengan maksud untuk mendapatkan karakteristik epidemiologis dan serologis utama dari virus SARS-CoV-2.

“Dan juga untuk mengukur besarnya beban penyakit di masyarakat umum dan efektivitas intervensi kesehatan masyarakat dan sosial saat ini,” jelas Irma.

Dia mengungkapkan, beberapa kegiatan yang dilakukan selama proses kajian, yaitu melakukan OJT (On the Job Training) petugas lapangan untuk memberikan wawasan bagaimana sistem yang akan dilakukan di lapangan, termasuk bagaimana sistem pengambilan sampel dan bagaimana sistem wawancara responden.

Lalu, tim kabupaten dan provinsi turun langsung ke lapangan untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan serosurvey tersebut. Hasil dari semua pelaksanaan kegiatan serosurvey ini, baik sampel maupun kuesioner wawancara akan dikirim ke pusat untuk dikaji dan dianalisa.

“Untuk itu, besar harapan kami agar masyarakat bisa mendukung kegiatan ini dan juga responsif saat tim melakukan pengambilan sampel tanpa ada rasa takut. Tim melakukan pengambilan sampel dengan protokol kesehatan Covid-19,” katanya. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah