Kaltara

Kemenag Kaltara: Jangan Termakan Hoaks Info Haji dan Umrah

Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, Saifi

TARAKAN, Koran Kaltara – Belum dibukanya ibadah umrah untuk warga negara Indonesia (WNI) ke Arab Saudi, membuat informasi yang beredar di masyarakat ada yang belum pasti dan tidak diketahui kebenarannya.

Masyarakat pun diminta untuk melakukan klarifikasi ke Kementerian Agama (Kemenag) yang ada di masing-masing daerah bila menemukan informasi terkait umrah dan haji yang diterima.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kaltara, Saifi menuturkan dari beberapa informasi yang didapatkannya, ternyata syarat pelaksanaan umrah dan haji yang didapatkan dari calon jemaah umrah dan haji yang ternyata setelah dicek tidak benar.

“Banyak informasi yang beredar terkait pelaksanaan umrah dan haji. Setelah dicek tidak benar atau hoaks. Kami sudah sampaikan juga kepada masyarakat agar tidak langsung percaya,” ujarnya, dikonfirmasi Minggu (26/9/2021).

Dari beberapa informasi yang ia dapatkan dari masyarakat, mulai sudah dibukanya pelaksanaan umrah dan haji oleh Pemerintah Arab Saudi. Kemudian, soal vaksin yang sudah diperbolehkan untuk umrah dan haji hingga informasi lainnya yang perlu diklarifikasi lagi.

Ia pun memastikan, terkait pelaksanaan umrah dan haji, hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum membuka pintu untuk Indonesia.

Kementerian Agama juga tengah melakukan pertemuan terbatas dengan Pemerintah Arab Saudi untuk melobi agar diizinkan melaksanakan umrah tahun ini.

“Kalau angka kasus Covid-19 di Indonesia sebelumnya terjadi peningkatan signifikan, artinya hingga saat ini kita masih menunggu kepastian dibukannya untuh umrah dan haji. Kita juga sudah melobi dengan menyampaikan kasus Covid-19 yang sudah menurun saat ini,” ucapnya.

Selama ini masyarakat bila mendapatkan informasi terkait umrah dan haji yang belum dipastikan benar, tidak mengklarifikasi ke Kemenag yang ada di masing-masing daerah, malah cenderung ikut menyebarkan.

“Jadi kebanyakan prilakunya ikut menyebarkan juga yang mana tujuannya sebenarnya mencari informasi juga apakah ini benar atau tidak, padahal penyebaran informasi hoaks itu bisa dicegah dengan mengklarifikasi langsung ke Kemenag yang ada di masing-masing daerah,” bebernya.

Sementara terkait vaksin yang sudah diperbolehkan oleh Pemerintah Arab Saudi agar bisa melaksanakan umrah dan haji, Saifi menuturkan Pemerintah Arab Saudi masih melakukan kajian.

Terutama, untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm yang banyak digunakan di Indonesia.

Bahkan calon jemaah haji yang tertunda keberangkatannya tahun ini juga sudah mendapatkan vaksin Sinovac dengan dosis lengkap.

“Sama seperti pembukaan pelaksanaan umrah dan haji, untuk vaksin yang apa bisa digunakan, kita juga masih menunggu dari Pemerintah Arab Saudi. Begitupun apakah diperboleh Sinovac dan Sinopharm, saat ini Pemerintah Arab Saudi masih melakukan kajian untuk kedua vaksin tersebut,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

 

TOPIK TERKAIT:

Kemenag Kaltara Persiapkan Haji 2022

Umrah Tunggu Pernyataan Resmi Kemenag RI

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment