Headline

Kembali Berjibaku Hadapi Inflasi

Pasar - Tampak aktivitas masyarakat di Pasar Induk Tanjung Selor. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Pemda Diminta Kendalikan Harga dan Jaga Daya Beli Masyarakat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menekankan sejumlah hal penting dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2020. Dalam paparannya, Presiden menyampaikan jika pandemi covid-19 telah menimbulkan tekanan berat terhadap perekonomian. Baik dari sisi penawaran maupun permintaan.

Oleh karena itu, kebijakan pengendalian inflasi saat ini harus mencari titik keseimbangan untuk memberikan stimulus kepada produsen agar tetap berproduksi. Jokowi menuturkan, harga berbagai barang dan jasa memang rawan mengalami tekanan yang signifikan saat ini. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran penting untuk dilakukan.

“Menjaga keseimbangan supply-demand sangat penting. Agar di saat perekonomian kita mulai pulih dan daya beli masyarakat telah kembali normal, tidak terjadi tekanan signifikan terhadap harga-harga,” ucap Presiden yang tertera dalam Siaran Pers Kemensetneg, baru-baru ini.

Presiden melanjutkan, pengendalian inflasi tidak bisa hanya berfokus pada upaya pengendalian harga. Melainkan juga memastikan terjaganya daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor UMKM.

“Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah pusat telah menyalurkan berbagai skema program perlindungan sosial dan yang bersifat cash transfer. Mulai dari PKH, bantuan sosial tunai, BLT Dana Desa, Kartu Prakerja, Subsidi Gaji, hingga Bansos Produktif untuk Bantuan Modal UMKM,” ungkap Jokowi.

Dengan berbagai skema bantuan tersebut, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga semakin meningkat, menaikkan kembali permintaan serta mendorong tumbuhnya penawaran atau pasokan.

Presiden juga berharap agar pemerintah daerah dapat memperkuat kebijakan pemerintah pusat  dengan mempercepat realisasi APBD. Terutama belanja bantuan sosial dan belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi, termasuk untuk sektor UMKM.

“Saya telah minta agar belanja kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah agar mengutamakan penyerapan produk-produk dalam negeri. Baik produk pertanian maupun produk-produk UMKM,” kata Presiden.

Presiden juga menekankan agar para kepala daerah memastikan ketersediaan data informasi pangan yang akurat. Ini bertujuan untuk mendukung perumusan kebijakan di tingkat pusat dan daerah.

Di samping itu, pemerintah daerah juga diminta untuk membangun optimisme kepada masyarakat terkait penanganan pandemi Covid-19.

Kepala Biro Perekonomian Setprov Kalimantan Utara, Rohadi memaparkan, sebelumnya, ada empat indikator pengendalian inflasi yang dijalankan pemerintah daerah hingga akhir tahun nanti.  Mulai dari menjaga ketersediaan barang di pasaran, menjaga keterjangkauan harga dari tingkat produsen ke konsumen, menjamin distribusi barang lancar, dan membangun komunikasi dengan lintas stakeholder serta pelaku usaha.

Sepanjang tahun 2020 sendiri, dia mengungkapkan jika lonjakan inflasi Kaltara masih dipengaruhi tarif tiket angkutan udara. Kondisi ini hampir serupa di dua titik penghitungan inflasi. Yakni Kota Tarakan dan Tanjung Selor.

“Pemicu inflasi tinggi masih dari angkutan udara. Masih sama seperti tahun sebelumnya. Kita berharap pemerintah pusat segera turun tangan kalau lonjakannya drastis. Karena kita tidak punya kewenangan di situ,” ungkapnya.

Kendati demikian, Rohadi optimis tren inflasi tahun 2020 masih dalam batas yang ditetapkan pemerintah pusat.  “Kalau Kaltara, Insya Allah prospeknya baik. Meski ada yang naik sedikit, itu masih dalam keterjangkauan. Masih dibilang stabil lah,” ujar Rohadi.

Sebelumnya, dari dokumentasi Koran Kaltara, inflasi Kaltara sepanjang triwulan IV tahun 2020 atau mulai bulan ini hingga Desember nanti, telah diperkirakan meningkat lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Meningkatnya inflasi diprediksi karena adanya tekanan pada kelompok transportasi serta makanan, minuman, dan tembakau.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara, Yufrizal menyampaikan, tingkat inflasi kelompok transportasi diperkirakan sejalan dengan meningkatnya volume penumpang dari dan ke Kaltara. Khususnya saat memasuki Natal dan Tahun Baru.

“Adanya potensi recovery ekonomi yang lebih tinggi pada triwulan IV 2020, mendorong konsumsi masyarakat lebih baik dibandingkan triwulan I dan II 2020. Sehingga permintaan akan meningkat,” kata Yufrizal.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah

About the author

Avatar

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment