Hukum Kriminal

Kejari Bulungan Musnahkan Barang Bukti 1 Kilogram Sabu

Tampak sabu yang dilarutkan kedalam air dalam proses pemusnahan sabu seberat 1.073 gram beserta barang bukti lainnya oleh Kejari Bulungan. (Foto: Ramlan/Koran Kaltara)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan memusnahkan 1.073 gram narkoba jenis sabu, beserta barang bukti kejahatan lainnya pada Kamis (20/12). Barang bukti itu di antaranya, senjata api, senjata tajam, beberapa HP berbagai merk dan sejumlah barang bukti dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Khusus untuk sabu-sabu, pemusnahan dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air.…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan memusnahkan 1.073 gram narkoba jenis sabu, beserta barang bukti kejahatan lainnya pada Kamis (20/12). Barang bukti itu di antaranya, senjata api, senjata tajam, beberapa HP berbagai merk dan sejumlah barang bukti dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Khusus untuk sabu-sabu, pemusnahan dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air. Sementara barang bukti lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar dan dipotong.

Kasi Intel Kejari Bulungan, Deny Iswanto mengungkapkan, barang bukti yang dimusnahkan itu terdiri dari dari 17 perkara yang telah diputus oleh pengadilan.

“Sabu-sabu ini yang kita musnahkan ini sebenarnya hanya sampel dipersidangan.Kalau barang bukti yang banyaknya, waktu habis pengungkapan dimusnahkan penyidik Polres Bulungan, saat perkaranya masih ditingkat penyidikan,” ujarnya, Kamis (20/12).

Diungkapnya, semua barang bukti dengan 17 perkara itu merupakan kepemilikan 27 tersangka yang sudah diputus.Beberapa tersangka tersebut, sudah dipindahkan ke Lapas Kelas II Nunukan dan sebagian masih berada di Rutan Polres Bulungan.

Deny mengungkapkan, pemusnahan barang bukti itu merupakan pemusnahan barang bukti yang terakhir kalinya di tahun 2018 ini. Dikatakan, pemusnahan barang bukti biasanya digelar 3 kali dalam setahun.

“Untuk tahun ini, hari ini (kemarin, red) merupakan pemusnahan barang bukti yang terakhir di tahun 2018 ini.Karena kita sudah lakukan 3 kali pemusnahan dan memang dalam setahun itu dilakukan pemusnahan sebanyak 3 kali,” jelasnya.

Untuk narkoba, Deny mengingatkan untuk lebih hati-hati terhadap peredaran barang haram ini, karena saat ini banyak narkoba yang dipasok dari luar negeri. Sementara untuk menghindari peredaran di keluarga, ia mengingatkan agar orangtua sering-sering memeriksa tas sekolah anak. Karena saat ini narkoba juga sudah menyisir anak-anak di usia sekolah.

“Kita semua harus waspada terhadap peredaran narkoba ini.Terutama anak-anak yang saat ini sudah menjadi pilihan dalam memasarkan narkoba ini. Orang tua harus selalu mengawasi semua aktifitas anaknya sendiri. Jangan sampai anak kita yang menjadi korban,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Hariadi

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 21 Desember 2018