Ekonomi Bisnis

Kebutuhan Hunian Rumah di Malinau Meningkat

Salah satu unit di Perumahan Tana Mas Residence. (foto: istimewa)

MALINAU, Koran Kaltara – Laju pertumbuhan penduduk di daerah berbanding lurus dengan kebutuhan tingkat hunian. Sama halnya dengan sejumlah daerah, kebutuhan hunian rumah juga mulai meningkat di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Pada awal pekan ini, Koran Kaltara berbincang dengan salah satu pengembang perumahan di Tanjung Lapang, Malinau Barat, untuk mengetahui gambaran tren bisnis perumahan di Bumi Intimung.

Pengembang Tana Mas Residence, Andri Nauli tergolong pengembang pemula jika di Kabupaten Malinau. Secara perlahan, mulai merintis usaha propertinya sejak tahun 2019.

“2019 mulai gerak pematangan lahan. 2020 saya baru selesai izin semua dan baru bangun. Saya nggak nunggu DP, saya munculkan rumah contoh semua. Biar ada minat, biar nggak ada asumsi penipuan atau apalah,” paparnya.

Menurutnya, animo masyarakat cukup bagus. Mereka yang sudah membeli atau memesan pun dari kalangan beragam.

“Minat masyarakat ada saja. Ada orang lokal, dari perusahaan, pegawai, cukup beragam,” kata Andri.

Menurut dia, tujuan memiliki rumah bukan hanya untuk hunian. Melainkan juga bisa untuk investasi jangka panjang.

“Minat pembeli memang ada yang untuk investasi. Seperti dari Pulau Sapi ada yang ambil. Selain ada rumah kalau ke (kota) Malinau, buat investasi juga,” paparnya.

Sebagai pengembang, dia juga bertindak selaku agen penjual. Ini dikarenakan masih sulit menemukan agen di bidang tersebut.

“Saya langsung pengembang dan penjual. Soalnya kalau bidang pemasaran, agennya belum ada di Malinau. Mungkin kalau ada, saya nyalurkan lewat mereka,” ungkapnya.

Ada dua tipe rumah yang dibangun, yakni tipe 45 sebanyak 67 unit, tipe 90 sebanyak 9 unit dan 4 ruko. Saat ini sudah ada sekitar 20 unit yang dipesan.

“Untuk tipe 45 harga Rp250 juta. Sudah terima kunci, fasilitas jalan, pemilik rumah sudah dapat PDAM, PLN, SHM dan balik nama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Sobirin