Ekonomi Bisnis

Kebutuhan Daging Ayam Tembus 305 Ton

Kebutuhan daging ayam ras di Kabupaten Tana Tidung mencapai 305,04 ton. (Foto: ilustrasi)
TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Kebutuhan daging ayam ras di Kabupaten Tana Tidung mencapai 305,04 ton sepanjang Januari hingga November tahun ini. Angka tersebut berdasarkan data permintaan dari masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Tana Tidung, Rudi mengatakan, permintaan daging ayam ras paling tinggi terjadi di bulan Oktober kemarin, yakni mencapai 32,8 ton. Kemudian pada bulan Mei sebesar 32,7 ton.
“Tingginya permintaan tidak terlepas dari momen yang terjadi pada bulan tersebut. Biasanya yang mendominasi adalah momen Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujarnya kepada Koran Kaltara, Minggu (14/11/2021).
Secara lengkap, permintaan daging ayam ras di Bulan Januari sebesar 28,08 ton. Kemudian di bulan Februari menurun menjadi 23,44 ton. Lalu pada Maret kembali melonjak di angka 31,12 ton.
“Di bulan April turun lagi jadi 26,88 ton. Tapi di Mei nya kan naik, terus agak turun di bulan Juni jadi 30,88 ton. Di Juli naik lagi jadi 31,76 ton. Bulan Agustus 31,12 ton dan September turun lagi jadi 26,88 ton. Kalau di November ini baru 10,91 ton,” paparnya.
Saat ini mayoritas kebutuhan daging ayam ras masih disuplai dari luar daerah. Dari total kebutuhan sebanyak 305,04 ton, produksi lokal hanya 72,64 ton.
“Jadi sekitar 232 ton masih dari luar. Ini yang secara bertahap coba kita kurangi. Kita usahakan produksi ayam lokal bisa meningkat,” ungkapnya.
Jumlah ayam yang harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebanyak 190.650 ekor. Namun produksi lokal baru di angka 45.400.
“Agar bisa memenuhi kekurangan 232 ton daging ayam tadi, kita perlu tambahan 145.250 ekor ayam,” imbuhnya.
Defisit kebutuhan daging memang masih menjadi tugas rumah bagi pemerintah daerah. Selain ayam, saat ini pihaknya juga mengupayakan swasembada daging sapi.
“Kalau untuk sapi kita butuh 4.000 ekor agar bisa swasembada dagingnya karena 10 persen dari populasi itu yang akan dipotong. Sekarang masih di bawah 50 persen. Tapi upaya peningkatan terus kita lakukan, salah satunya lewat inseminasi buatan dan pelatihan budidaya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment