Advertorial

Kasus Semakin Turun, PSBB Diistirahatkan

Khairul

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Tarakan mengistirahatkan kebijakan PSBB, yang sejatinya berakhir pada 4 Juli 2020.

“Bukan berakhir ya, tetapi istirahat karena kita melihat kasus beberapa hari terakhir yang relatif tidak ada penambahan kasus. Bahkan setiap hari selalu ada yang sembuh, kenapa saya bilang mencermati setiap minggu karena bunyi SK pelonggaran PSBB akan mencermati setiap minggu karena masih ada sekitar 400 sampel yang kita kirim ke Balitbangkes Surabaya dan Jakarta yang belum datang,” terangnya, Minggu (5/7).

Kalau misalnya hasil sampel swab sudah datang dan ada yang positif tentu akan dilakukan tracing kasus namun diharapkan hasilnya negatif semua. Sehingga akan membuat semua pihak lebih tenang sambil mencermati situasi dan keadaan. Meskipun PSBB diistirahatkan tetapi skrining pintu masuk tetap dilakukan.

“Ada yang bertanya kepada saya, pak kalau misalnya PSBB berakhir 4 juli 2020 apakah masih di karantina 14 hari. Jadi gini, PSBB dan karantina tidak ada hubunganya, karena karantina merupakan salah satu protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan. Tetapi bisa dilakukan secara mandiri bagi yang masih berada di lingkup Kalimantan Utara, itupun dengan pengawasan yang sangat ketat,” urainya.

Menurut Khairul, pelaku karantina biasanya sehari dua hari masih patuh terhadap protokol kesehatan tetapi kalau sudah melewati hari keenam mulai sumpek dan keluar rumah untuk jalan-jalan, hal ini yang selama ini menjadi masalah. Sehingga dilakukan kebijakan karantina tersentral yang disiapkan oleh pemerintah

“Tetapi kalau dari zona merah seperti Makasar, Surabaya, dan Jakarta di mana tingkat kematianya juga tinggi maka wajib karantina 14 hari, tetapi kalau dari daerah zona hijau isolasi tersentral boleh dilakukan selama seminggu, sedangkan 7 hari lainnya dilakukan di rumah dengan pengawasan ketat dari keluarga maupun ketua RT setempat. Kenapa harus di karantina dulu karena bisa saja pada saat perjalanan yang bersangkutan terpapar virus ini,” ucapnya.

Bagi yang mampu, boleh melakukan karantina di hotel, mes perusahaan atau yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Pola ini dilakukan untuk memisahkan warga Tarakan yang tidak pernah kemana-mana dengan pelaku perjalanan yang baru tiba. Jangan sampai orang tidak pernah kemana-mana tetapi terjangkit virus ini.

“Kasian juga kalau di Tarakan tidak kemana-mana tetapi masih tertular juga, yang berangkat paham-pahamlah juga. Lakukan isolasi sesuai kemauan, tetapi harus disiplin supaya tidak menambah masalah dikemudian hari,” pungkasnya. (adv/yan)

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah