Headline

Kasus Positif di Kaltara Tidak Bertambah

LAWAN CORONA – Pemerintah dan seluruh instansi vertikal di Kaltara terus bersinergi dalam pencegahan hingga penanganan covid-19. (Foto: Risky/ Koran Kaltara)
  • Satu PDP Meninggal Dunia di Nunukan Negatif Corona

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Perkembangan informasi mengenai penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus diperbarui. Melalui Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy, disebutkan hingga Kamis (9/4/2020), belum ada penambahan kasus positif di Kaltara.

Pasalnya, dari beberapa sampel pasien yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, belum ada konfirmasi baru hasil pemeriksaan swab test tersebut. Oleh sebab itu, sampai kemarin, positif virus corona yang terkonfirmasi di provinsi temuda di Indonesia ini tetap di angka 16 kasus.

“Jadi sampai hari ini (kemarin) masih sama seperti kemarin (sebelumnya), berjumlah 16 orang (positif corona). Yaitu 9 orang ada di Tarakan, di Malinau tidak ada, di Nunukan ada 4 orang, Tana Tidung tidak ada, dan Bulungan 3 orang, dan satu meninggal dunia pada 1 april (2020) lalu,” ungkapnya.

Meski demikian, ada pula informasi mengenai salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Nunukan meninggal dunia. Kabar tersebut diterima gugus tugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, pada pagi kemarin.

“Kami juga pada pagi ini menerima laporan dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit di Kabupaten Nunukan, bahwa ada satu orang dengan status PDP yang meninggal dunia di RSUD Nunukan yaitu atas nama SP, jenis kelamin laki-laki usia 56 Tahun,” sebutnya.

Pria yang sedang dirawat dengan sistem isolasi di rumah sakit tersebut, diketahui merupakan rujukan dari Kecamatan Lumbis, tepatnya di Lumbis Pensiangan. Berdasarkan diagnosis, penyebab meninggal karena adanya gagal pernapasan dan pneumonia bilateral.

“Pasien meninggal dengan penyebab gagal napas dan pneumonia bilateral serta ada penyakit ginjal,” ujar Agust.

Hingga sore hari, pemerintah melalui gugus tugas mendapatkan informasi terkait hasil swab test pasien tersebut. Dinyatakan sesuai pemeriksaan di BBLK Surabaya, bahwa orang dalam status PDP itu tidak terinfeksi virus corona alias negatif.

“Dengan ini saya sampaikan bahwa hasil laboratorium swab nasofaring dan orofaring PDP atas nama SP yang meninggal di Nunukan sudah keluar, dan hasilnya negatif. Walapun demikian, pelaksanaan pemulangan jenazah dan pemakaman telah mengikuti protokol yang ditetapkan untuk PDP,” sebut Agust kepada media melalui WhatsApp. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari