Ekonomi Bisnis

Karakteristik Perairan Berlumpur, Lobster Kaltara Sepi Peminat

Pemeriksaan lobster sebelum dibawa menggunakan jalur udara. (Foto : Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Lobster jadi salah satu hasil perikanan di Kaltara yang berpeluang untuk ekspor. Namun, pengiriman lobster keluar masih relatif kecil, yakni berkisar 1 koli- 2 koli sekali pengiriman, per harinya.

Karakteristik laut di wilayah Kaltara yang sebagian besar berlumpur, membuat lobster asal Kaltara ini masih sepi peminat. Bahkan belum dilirik eksportir.

“Di Kaltara, untuk lobster jumlahnya memang tidak potensi, karena berlumpur. Sedangkan lobster kan seharusnya karang. Karakteristik perairan kita kan berlumpur,” kata Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan, Umar melalui Kasi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi, M. Roy Pahlavi.

Karena karakteristik perairan yang berlumpur ini, ia menilai memang sangat cocok untuk menjadi penghasil rumput laut.

Sedangkan untuk lobster, biasanya hidup di daerah yang karakteristik perairan memiliki karang dan laut bersih.

Salah satunya, di Berau, Kaltim. “Memang ada sih di Tanjung Pasir atau Bunyu, tetapi tidak sepotensi Berau karena karakteristiknya mendukung di Berau,” ungkapnya.

Roy menuturkan, dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, No. 12/Permen-KP/2020 tentang pengelolaan kepiting, lobster dan rajungan di wilayah Indonesia, salah satunya menyebutkan ekspor dan budidaya lobster dibolehkan dengan berbagai ketentuan.

“Total kiriman lobster konsumsi tujuan Jakarta untuk bulan Mei, sekitar 2.255 ekor 45 box, setara dengan 1.1 ton,” katanya.

Aturan yang baru diundangkan di Jakarta pada tanggal 5 Mei 2020 ini mengizinkan lobster diekspor langsung. Sedangkan untuk benih bening lobster diatur kembali dalam Tempat Pengeluaran Khusus sesuai Keputusan Kepala BKIPM No. 37 Tahun 2020.

Dalam SK ini, menyebutkan hanya lima bandara yang bisa menjadi pintu keluar benih ekspor, yaitu Bandara Kualanamu, Bandara Seokarno-Hatta, Bandara Juanda, Bandara Ngurah Rai dan Bandara Sultan Hasanuddin.

“Kalau lobster untuk konsumsi boleh, tetapi kalau untuk benih bening lobster dibatasi pintu keluarnya,” tutur Roy.

Dalam Permen KP No. 12 Tahun 2020 ini, lanjutnya, untuk pengawasan dari BKIPM, berada di pintu resmi. Sedangkan untuk pengawasan benih bening ekspor dan budidaya ini dilakukan Ditjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Ditjen Perikanan Budidaya, Ditjen Perikanan Tangkap dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut yang menentukan titik lokasi.

“Semua sudah ada siapa berbuat apa di dalam pasal itu, lebih lengkap dan rinci dalam Permen KP No. 12 tahun 2020 ini,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah