Bulungan

Kapolda: Jangan Biarkan Kelompok Anti-Pancasila Eksis

Kapolda Kaltara Irjen Pol Indrajit mengingatkan agar tak memberikan ruang eksis bagi oknum kelompok anti pancasila di Kaltara. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran KaltaraMelalui momen peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020, Kepala Kepolisian Daerah (KApolda) Kaltara Irjend Pol Indrajit menginginkan, agar seluruh kelompok-kelompok anti pancasila tak diberikan ruang untuk eksis alias berkembang.

Melalui Kabid Humas AKBP Berliando, Kapolda mengungkapkan, kelompok-kelompok anti pancasila itu kerap mengambil peran dalam konflik pemilu beberapa tahun belakangan. Provinsi Kaltara yang juga akan menyelenggarakan pesta demokrasi akhir tahun 2020 nanti, tentu adanya aliran-aliran anti pancasila harus diwaspadai secara maksimal.

“Peringatan hari lahir Pancasila tahun ini, kita ingatkan seluruh masyarakat termasuk juga anggota untuk mengantisipasi kelompok-kelompok anti pancasila. Tahun ini, Kaltara juga akan melaksanakan Pilkada serentak. Kita tidak ingin, ada oknum-oknum yang mencoba melakukan adanya keributan terjadi di Kaltara,” katanya kepada Koran Kaltara.

Jika berdasarkan keterangan yang disampaikan dari Mabes Polri, kelompok anti-Pancasila itu masih mencari ‘induknya’. Kelompok tersebut tidak bergabung dengan kelompok nasionalis ataupun agamis. Berdasarkan perintah yang disampaikan Mabes Polri, kata Berliando, jajaran kepolisian diminta bertindak cepat mengatasi potensi konflik horizontal.

“Kemudian terhadap potensi-potensi terjadinya konflik, bisa segera dituntaskan. Terutama yang nantinya akan berdampak terhadap konflik horizontal karena potensi kerawanan berada di daerah. Makanya Polri yang berada didaerah ditekankan agar tidak membiarkan kelompok tertentu yang ideologinya bertentangan dengan Pancasila untuk memanfaatkan momen untuk kembali eksis, ini betul-betul diperhatikan,” jelas dia.

Melompok-kelompok anti pancasila ini, lanjutnya, memang cenderung memicu konflik pemilihan umum (Pemilu) beberapa tahun terakhir. Sehingga perlu adanya pencegahan dini yang dilakukan, agar mereka yang tak sepaham dengan pancasila tak menjalankan aksinya.

Provinsi Kaltara yang berada di garis perbatasan Indonesia-Malaysia, kata Berliando, juga sangat memungkinkan menjadi tempat atau lokasi pelarian kelompok-kelompok tersebut.

“Tapi kita bersyukur, hingga saat ini Kaltara masih aman dari kelompok-kelompok itu. Kita harapkan juga peran dari masyarakat, untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika ada gerakan-gerakan suatu kelompok atau oknum yang mencurigakan. Apalagi Kaltara juga di atensi dari Mabes Polri, karena berada di wilayah perbatasan,” jelas Berliando.

Seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Kaltara juga, selalu diingatkan agar bisa menjaga netralitas dalam Pilkada 2020 nanti. Tugas kepolisian, kata dia, hanya menjamin rasa aman dan terjaganya kondusifitas Kaltara dalam pesta demokrasi yang akan datang.

“Seluruh anggota selalu diingatkan, agar betul-betul netral nanti. Kerjakan yang hanya menjadi kerja kita. Tugas Polri menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat. Itu sudah diingatkan dari pimpinan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah