Headline

Kaltara Waspadai Peredaran Vaksin Palsu

Budi Rachmat.
  • Menjadi Jalur Masuk, Pengawasan Perbatasan Diperketat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Adanya kabar penyebaran vaksin Covid-19 palsu di beberapa negara, menjadi perhatian aparat kepolisian di Kaltara. Provinsi Kaltara yang berbatasan dengan Malaysia, diwaspadai menjadi jalur penyelundupan vaksin ilegal itu menuju ke daerah-daerah di Indonesia.

Kapolda Kaltara, Irjen Bambang Kristiyono melalui Kabid Humas Kombes Budi Rachmat mengungkapkan, pihaknya sudah menerima informasi mengenai beredarnya vaksin palsu di sejumlah negara. Kepolisian, kata dia, telah melakukan langkah-langkah khusus, agar vaksin palsu itu tidak diselundupkan melalui Kaltara.

“Kita memang sudah terima informasinya (peredaran vaksin palsu). Kita sebagai daerah perbatasan, tentu langsung melakukan langkah-langkah, supaya tidak diselundupkan melalui Kaltara. Apalagi kan katanya, vaksin (palsu) itu sudah beredar di beberapa negara,” kata Budi saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Minggu (7/3/2021).

Langkah yang diambil Polri, dengan meningkatkan komunikasi dengan stakeholder terkait. Terutama di jalur perbatasan, kepolisian berkoordinasi dengan Imigrasi, Bea Cukai serta Karantina dalam pengawasan maksimal.

Wilayah perbatasan di Kaltara yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Nunukan dan Malinau. Kedua kabupaten itu, sangat berpotensi menjadi daerah penyeludupan vaksin palsu dari negara lain.

“Kalau soal lintas batas, kan itu memang ada satkeholder yang fokus. Pasti ada Imigrasi, Karantina dan Bea Cukai-nya. Nah, kita bersinergi untuk mencegah adanya percobaan penyeludupan itu,” tegasnya.

Selain itu, Polda Kaltara juga berkoordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes). Karena menurut dia, yang dapat memastikan adanya vaksin yang beredar palsu atau tidak adalah pihak Dinkes.

Hingga saat ini, Budi memastikan belum ada temuan atau indikasi soal vaksin Covid-19 yang palsu beredar di Kaltara. “Yang bisa memverifikasi palsu atau asli kan dari ahlinya (Dinkes). Nah kalau kita itu hanya back up saja. Yang pastinya, sejak ada kabar peredaran vaksin palsu itu, kita langsung melakukan koordinasi,” cetus Budi.

Sebelumnya, Interpol mengumumkan pembongkaran sindikat yang dicurigai sebagai pembuat vaksin Corona palsu. Dikutip dari berbagai sumber, pengungkapan itu berada di China dan Afrika Selatan.

Di China, otoritas setempat telah berhasil mengungkap 80 kasus dan menemukan sedikitnya 3.000 dosis vaksin Corona palsu. Sementara, tiga warga Negara China dan seorang warga Zambia ditahan di sebuah gudang penyimpanan di Germiston luar kota Johannesburg, Afrika Selatan dan menemukan 400 botol kecil (vial) atau setara dengan sekitar 2.400 dosis vaksin berisi vaksin palsu. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah