Bulungan

Kaltara Masih Kondusif, Politik di Medsos Memanas

Polda Kaltara mengumpulkan para tokoh untuk menyamakan persepsi terciptanya pilkada yang sehat dan kondusif. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara mengklaim situasi Kamtibmas selama masa Pilkada serentak di Kaltara ini masih dalam kondisi aman dan kondusif. Meskipun tidak dipungkiri, situasi politik di media sosial (medsos) sedikit memanas.

Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono, melalui Dir Binmas Kombes Eri Dwi Hariyanto mengatakan, pihaknya menggelar pertemuan dengan para tokoh dalam rangka mengantisipasi munculnya berita hoax dalam pelaksanaan pilkada 2020 bisa menjadi ujung tombak dalam mendinginkan suasana.

“Kita melihat kampanye Pilkada sekarang ini kan lebih banyak di medsos. Artinya ada potensi kerawanan yang akan timbul di medsos. Salah satu yang kita antisipasi, yaitu munculnya hoax, karena bisa menimbulkan perpecahan dan benturan antar sesama. Makanya kita libatkan tokoh masyarakat ini, agar bisa menyampaikan kepada masyarakat luas,” kata Eri kepada Koran Kaltara, Jum’at (20/11/2020).

Diungkapnya, keamanan dan kondusivitas daerah tidak terlepas dengan adanya sinergi semua pihak dan masyarakat. Adanya komunikasi dan koordinasi yang dibangun, berbagai macam potensi gesekan dapat diredam dengan maksimal.

Para tokoh masyarakat ini juga memiliki peran penting dalam meredam potensi permasalahan yang memicu konflik atas dasar suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Banyaknya masyarakat yang belum tersentuh dengan kemajuan elektronik, dikhawatirkan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak menerima setiap hasil dalam pilkada ini.

“Apalagi kan ada beberapa masyarakat yang memang tinggal cukup terisolir dan tidak tersentuh dengan elektronik. Kita harapkan, peran dari tokoh-tokoh ini untuk menyampaikan agar tetap menjaga persatuan selama pilkada ini,” jelasnya.

Eri berharap agar masyarakat tidak menjadi korban kepentingan dalam pesta demokrasi ini. Beda pilihan dalam setiap pesta demokrasi itu merupakan hal biasa. Perbedaan itu bukan menjadi alasan para sesama pelaku politik ataupun para tokoh untuk tidak berhubungan.

Pihaknya juga secara tegas, akan melakukan tindakan jika ada oknum yang memiliki niat mengacaukan Kaltara dalam pesta demokrasi mendatang. Apalagi, jika kerusuhan itu disebabkan dengan mengatasnamakan agama, tentu akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Namanya juga demokrasi, beda pilihan itu hal yang wajar. Tapi jangan sampai perbedaan itu, kita juga malah menimbulkan perpecahan. Kalau konflik terus, Kaltara ini tidak akan pernah maju. Makanya lebih baik kita jaga silaturahmi meski ada perbedaan,” kata Eri.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kaltara Suryani mengungkapkan, para tokoh masyarakat ini bisa menjadi pilar-pilar untuk tetap menciptakan persatuan dan menyampaikan pesan damai selama pilkada. Selain itu, karena saat ini masih situasi pandemi Covid-19, para tokoh ini juga diharapkan menyampaikan protokol kesehatan selama tahapan pilkada berlangsung.

“Kita juga mengharapkan, peran tokoh-tokoh ini agar mengindarkan adanya kotak-kotakan yang bisa menjadi politik identitas di Kaltara. Karena ini, pilkada untuk mencari pemimpin provinsi Kaltara, bukan mencari pemimpin salah satu suku atau golongan tertentu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah