Malinau

Kades dan RT Diminta Perangi Miras

Kepala Desa dan RT beserta aparat keamanan saat dikumpulkan di ruang Tebenggang Kantor Bupati Malinau, untuk mengikuti Sosialisasi Solidaritas, Sinergitas dan Promoter. (foto: Sulaiman/Koran Kaltara)
MALINAU, Koran Kaltara – Bupati Yansen TP meminta seluruh Kepala Desa dan RT dapat memerangi budaya negatif yang dapat merusak generasi muda di lingkungannya masing-masing. “Saya mengajak kepala desa dan RT perangi budaya negatif itu. Jadi, narkoba menjadi komitmen bersama untuk kita perangi. Dan yang diperangi adalah perilakunya,” ungkap Yansen, pekan lalu. Seperti apa model…

MALINAU, Koran Kaltara – Bupati Yansen TP meminta seluruh Kepala Desa dan RT dapat memerangi budaya negatif yang dapat merusak generasi muda di lingkungannya masing-masing.

“Saya mengajak kepala desa dan RT perangi budaya negatif itu. Jadi, narkoba menjadi komitmen bersama untuk kita perangi. Dan yang diperangi adalah perilakunya,” ungkap Yansen, pekan lalu.

Seperti apa model memerangi perilaku narkoba itu, kata dia, yaitu Kepala Desa dan RT harus memiliki budaya semangat kebersamaan dengan masyarakatnya untuk bersama-sama memerangi narkoba.

“Karena apa, beberapa waktu lalu. Saya masih melihat anak-anak keluar rumah di tengah malam,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, bahwa anak-anak remaja itu berasal dari desa.  Dan, saat ditanyakan, mereka memiliki alasan untuk keluar malam. “Sempat  bertanya kepada mereka, alasannya cuma naik motor. Tapi saya perhatikan gelagatnya kurang sehat (sedang mabuk, Red.),” jelasnya.

Dia menegaskan, seyogianya generasi muda ini berada di rumah. “Bukan sering nongkrong ditempat-tempat sepi seperti itu. Jadi, saya minta mereka pulang masing-masing,” katanya.

Menurut dia, apabila sering berkumpul tengah malam, maka akan berdampak ke hal-hal negatif.

“Bahkan bisa memancing suasana yang tidak sehat bagi kehidupan masyarakat di Malinau. Maka dari itu, saya mengajak Kepala Desa dan RT untuk memeranginya,” ungkap dia.

Tahun depan, kata dia pemerintah akan mengaktifkan kembali Poskamling di wilayahnya masing-masing.  “Kami akan susun pembinaan terhadap Poskamling. Jadi saya minta dukungan RT dan Desa,” imbuhnya.

Tujuannya, kata dia, agar suasana di lingkungan masing-masing di Malinau tercipta lebih kondusif. “Jangan sampai ada peredaran narkoba dan miras di setiap desa,” tegasnya.

Yansen mengaku sering mendapatkan informasi bahwa di beberapa wilayah, seperti di Malinau Barat disinyalir masih memproduksi miras tradisional.

“Saya dengar di Malinau Barat masih produksi miras dan ciu. Alasannya itu bukan ciu tapi pengasih yang merupakan adat kebudayaan,” timpalnya.

“Saya tidak salahkan jika itu berkaitan dengan kebudayaan. Tapi harus ada aturan-aturan. Jadi kalau saya nilai itu bukan pengasih tapi ciu yang bisa merusak mental generasi muda khususnya anak-anak kita,” sambung Yansen.

Maka dari itu, dia mengajak seluruh Kepala Desa dan RT berkomitmen memerangi peredaran miras dan narkoba tersebut.

“Jangan nanti begitu ditegakkan Polres dan Satpol PP,  malah mereka yang disalahkan karena menahan dan sebagainya. Makanya, saya ajak perangi bersama apapun yang memabukkan itu bisa merusak mental generasi masa depan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sulaiman

Editor: Sibirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 12 Desember 2018