Hukum Kriminal

Jualan Sabu, Calon Sarjana Ditangkap Polisi

MS saat ditangkap polisi karena berjualan sabu. (Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Mengaku terdesak dengan kebutuhan hidup dan biaya kuliah, MS nekat berjualan sabu dengan modal Rp1,5 juta.

Padahal, MS tercatat sebagai mahasiswa aktif semester akhir dan seharusnya sudah menjadi sarjana tahun depan.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Resnarkoba AKP Muhammad Musni menuturkan, MS tertangkap saat berada dalam kamar di Jalan Lingkas ujung, RT 18, Selasa (6/10/2020) sekira pukul 22.15 Wita, pekan lalu.

MS diketahui tinggal di dalam rumah tersebut bersama kakaknya, sementara orangtuanya berada di Malaysia.

“Waktu kita lakukan penangkapan, MS sedang mengemas sabu menjadi ukuran kecil di dalam kamarnya,” ujar mantan kapolsek di Nunukan ini saat dikonfirmasi Selasa (13/10/2020).

Polisi langsung melakukan penggeledahan di dalam kamar maupun rumah yang ditinggali MS ini.

Selain ditemukan sabu dengan berat bersih 2,9 gram, polisi juga menemukan barang bukti alat isap sabu, perlengkapan membungkus sabu seperti timbangan digital dan uang Rp900 ribu.

Cara membungkus sabu yang dilakukan MS masih terbilang manual, hanya menggunakan lilin untuk mengemas sabu setelah ditimbang dalam ukuran kecil, poket. Sabu yang dijual MS, berkisar harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

“MS mengaku membeli sabu dari seseorang di sekitar Jalan Timbunan, Beringin di Kelurahan Selumit Pantai dengan uang cash Rp1,5 juta. Tapi, siapa yang penjual sabu ke MS ini kita terputus di situ karena MS mengaku tidak kenal dan hanya ditawari barang, tapi tidak tahu siapa orangnya,” jelasnya.

Namun, dari orang dan lokasi transaksi yang sama ini, MS sudah membeli sabu sebanyak dua kali. Kali ketiga membeli sabu ini, MS baru menjual sebagian dan sudah tertangkap polisi.

Selain berdagang sabu, MS juga merupakan pemakai. “Kalau bisnis sabunya, pengakuan MS baru sebulanan ini,” imbuhnya.

Alasan MS ‘bisnis’ sabu, selain karena terdesak kebutuhan hidup, ia juga sedang membutuhkan biaya untuk menyelesaikan kuliahnya.

MS saat ini masih berkuliah di salah satu perguruan tinggi yang ada di Tarakan dan sedang mengerjakan skripsi tahap akhir.

Lokasi berjualannya, tidak hanya di sekitar perkotaan Tarakan, tetapi juga hingga ke Pulau Tibi, Kabupaten Tana Tidung.

Di Pulau Tibi ini, memang kerap menjadi lokasi warga untuk memancing dan mencari kerang tudai.

“Jadi, MS naik perahu sama temannya baru jual ke nelayan yang mancing sama cari tudai di Pulau Tibi. Jalannya malam hari, tapi temannya tempat dia menumpang perahu ini tidak tahu kalau MS tujuannya ikut karena mau jualan sabu,” bebernya.

MS disangkakan pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika, karena barang bukti MS beratnya masih dibawah 5 gram. MS pun terancam pidana minimal 5 tahun penjara.

“Memang hasil tes urine MS ini positif pengguna sabu. Tapi, ada barang bukti sabu dan MS juga merupakan pengedar, jadi tidak ada pasal 127 tentang pengguna sabu,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah