Bulungan

Jelang Ramadan, Polisi Waspadai Pedagang “Nakal”

Kebutuhan daging ayam akan menjadi salah satu perhatian kepolisian saat bulan suci Ramadan nanti. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Polda Kaltara mengingatkan kepada para pedagang agar tak “nakal” saat menghadapi bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah. Yaitu dengan menimbun barang untuk bisa menaikkan harga.

Untuk mengawasi pedagang nanti, kepolisian bersama dengan pemerintah bakal membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang disebut satgas pangan. “Nanti ada Satgas pangan yang akan patroli terus. Satgas (pangan) ini tidak hanya dari kita (kepolisian), tapi ada juga dari pemerintah dalam hal ini Disperindagkop (Dinas Perindustrian, perdagangan dan koperasi),” kata Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono, melalui Direktur Krimsus, Kombes Thomas Panji Susbandaru.

Thomas mengungkapkan, yang paling diawasi adalah adanya oknum pedagang yang menjual barang dagangannya di atas harga eceran tertinggi (HET). Selain itu, munculnya fenomena penimbunan sembako saat puasa juga akan menjadi atensi tim satgas pangan tersebut.

Oknum-oknum seperti ini, kata Thomas biasanya akan bermunculan pada saat bulan ramadan hingga perayaan lebaran idulfitri nanti.

“Mereka biasanya menjual dengan harga tinggi (di atas HET) untuk terima keuntungan. Begitu juga yang (oknum) penimbun (sembako). Mereka biasanya ambil barang dagangannya (setelah ditimbun) kalau barangnya sudah langkah. Jadi nanti pasti dijual dengan harga tinggi,” jelasnya.

Untuk itu, Thomas menegaskan, tim Satgas Pangan akan memasang papan pengumuman yang berisi HET sembako disejumlah pusat perbelanjaan dan pasar-pasar di Kaltara. Hal ini dilakukan, agar masyarakat juga bisa mengetahui perkembangan harga sembako setiap harinya.

“Nanti kalau masyarakat ada yang menemukan oknum pedagang menjual di atas harga yang sudah ditetapkan, dapat di lapor untuk segera ditindak tim satgas pangan,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan Thomas, Satgas pangan ini akan bekerja sesuai tugas pokoknya. Terutama untuk memantau stabilitas harga bahan pangan pokok. Meski masih stabil, pemantauan tetap dilakukan secara intens.

Mengingat pengalaman sebelum-sebelumnya, ada indikasi pedagang berupaya menaikkan harga bahan pangan pokok tersebut.

“Nanti setiap hari akan kita monitor terus. Seluruh jajaran Polres (Satreskrim) juga sudah kita perintahkan untuk memantau di wilayahnya masing-masing. Kalau memang ada temuan (diatas HET dan penimbun), langsung di proses,” tegasnya.

Masih kata Thomas, pihaknya juga bakal melakukan monitoring kepada distributor yang ada di Provinsi Kaltara. Monitoring terhadap distributor itu demi memastikan tidak terjadinya kelangkaan sembako saat bulan puasa nanti.

Oknum-oknum distributor juga diingatkan agar tak memanfaatkan situasi demi mendapatkan keuntungan. “Oknum pangan maupun distributor yang melakukan kecurangan juga kita awasi. Jangan sampai malah mereka yang menjual bahan kebutuhan pokok melebihi HET yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah