Headline

Jelang Idul Fitri, Beredar Jenis Makanan Tanpa Izin

Kepala Loka BPOM Tarakan Musthofa Anwari memberikan keterangan pers bersama dengan beberapa produk tanpa izin edar. (Foto: Sofyan)

TARAKAN, Koran Kaltara – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, Kantor Loka Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan menemukan 48 jenis makanan tanpa izin edar. Sehingga dilakukan penyitaan dan pemusnahan, karena belum ada jaminan produk tersebut aman dikonsumsi. Terlebih permintaan meningkat pada momen lebaran.

“Izin edar yang kita berikan untuk memastikan bahwa produk yang bersangkutan aman dikonsumsi. Kalau produk tersebut tidak ada izin edarnya, tidak ada jaminan aman dikonsumsi. Selain itu, juga ada sisi dari pendapatan pajak yang tidak ada karena tidak melalui jalur resmi. Makanya kita lakukan pemusnahan di tempat, atau retur,” ujar Kepala Loka BPOM Tarakan, Musthofa Anwari, Senin (10/5/2021).

Sedangkan untuk pelaku perdagangan produk tanpa izin edar diberi peringatan dan pemeriksaan oleh pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti. Terdapat dua kemungkinan asal-usul barang tersebut. Pertama, dari dalam negeri dan luar negeri. Oleh karena itu, Loka BPOM Tarakan selalu melakukan koordinasi dengan stake holder terkait untuk melakukan pengawasan.

“Pada musim Ramadan dan menjelang Idulfitri 1442 H banyak sekali produk yang dulunya tidak muncul, kini bermunculan. Baik dalam bentuk parcel maupun dijajakan di etalase. 48 jenis produk tanpa izin edar ini ditemukan dari swalayan dan supermarket yang ada di Tarakan, dan sebagian produknya berasal dari negara tetangga Malaysia,” ungkapnya.

Sedangkan untuk barang kedaluwarsa, Loka BPOM Tarakan tidak menemukan. Meskipun demikian, pengawasan tetap ditingkatkan. Sedangkan untuk pengawasan takjil atau makanan berbuka puasa, juga tidak ditemukan bahan berbahaya.

“Kegiatan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dan Idulfitri 1442 H dilakukan selama enam tahap. Dimulai dari 5 April sampai dengan 21 Mei 2021 ini merupakan tahap 1 – 3 (tahap). Nantinya akan ada tahap 4 – 6. Intensifikasi ini dilakukan setiap minggu dan jumlah sasaran yang diperiksa sampai tahap 3 mencapai 7 sasaran distribusi pangan olahan dengan hasil pemeriksaan 4 sasaran memenuhi ketentuan, dan 3 sasaran tidak memenuhi ketentuan,” bebernya.

Produk yang tidak memenuhi ketentuan sejak tahap 1 sampai 3, sebanyak 48 item dengan 424 kemasan, dengan persentase 7,70 persen pangan kemasan yang bermasalah dan 92,30 persen pangan tanpa izin edar. Selain pengawasan distribusi pangan olahan tertentu Loka BPOM Tarakan juga melakukan pengambilan sampel untuk diuji terhadap produk pangan di dua tempat, yaitu pasar Gusher dan Tenguyun.

Dalam pengujian tersebut tidak ditemukan bahan berbahaya seperti borak, formalin, metamin yellow, maupun rodamin. “Dari 50 sampel takjil yang kita periksa, Alhamdulillah semua memenuhi syarat. Meskipun dalam kondisi pandemic Covid-19 kita tetap melakukan upaya perlindungan masyarakat dengan melakukan pengawalan produk pangan, meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan, kejahatan obat dan makanan melalui sinergi dengan pemerintah daerah,” ucapnya.

Sebagai konsumen juga harus cerdas, sebelum membeli harus melakukan pengecekan dan memilih produk pangan dengan cara cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah