Nunukan Pendidikan

Jaringan Terbatas, Proses Belajar Diusulkan Tatap Muka

RDP Dewan dengan Disdik Nunukan. (Foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Perpanjangan belajar dari rumah ternyata tidak sesuai dengan kondisi anak-anak di wilayah Dapil Tiga Kabupaten Nunukan. Karena, akses jaringan internet di pelosok-pelosok daerah tersebut masih belum ada.

Dapil tiga merupakan wilayah daratan Kalimantan dan  dataran tinggi Krayan. Ada 14 kecamatan di wilayah dapil tiga tersebut, yakni Seimenggaris, Sebuku, Tulin Onsoi, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Lumbis Hulu, Krayan, Krayan Selatan, Krayan Timur, Krayan Barat dan Krayan Tengah.

Anggota DPRD Nunukan dari dapil tiga, Welson mengatakan untuk penerapan belajar dari rumah di wilayah dapil tiga sangat sulit. Jadi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan diminta memberikan kelonggaran agar tetap melakukan belajar tatap muka.

“Kenapa? Daring tidak mungkin. Karena akses jaringan di kampung-kampung tidak ada. Saya kira, kebijakan ini perlu disikapi pemerintah. Artinya, dapil tiga ini diberikan kelonggaran,” terang Welson usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas belajar dari rumah bersama Disdikbud Nunukan, Senin (13/7/2020).

Menurut dia, kelonggaran belajar tatap muka, bukan tanpa sebab. Pasalnya, perkembangan Covid-19 di wilayah dapil tiga sudah tidak ada.

“Kalau jaringan ada. Tapi itu hanya ada di kecamatan. Tetapi, kalau lampu padam, maka wifi nya tidak nyala. Kan, di dapil tiga hanya terbatas lampu menyala,” ujarnya.

Ditambah lagi, kata dia, apabila ingin mendapatkan akses jaringan ke kecamatan, maka biayanya cukup mahal. Misal, dari Binuang ke Long Bawan sekali jalan ongkosnya sekitar Rp300 ribu.

“Nah, sampai di Kecamatan bayar lagi wifinya Rp300 ribu. Ini hanya berlaku satu hari. Kan, kasihan anak-anak kita di sana. Banyak ketinggalan pelajaran karena selama tiga bulan tidak sekolah. Mereka hanya bekerja membantu orangtuanya di sawah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Nunukan, H Junaidi mengatakan, penerapan belajar dari rumah merupakan arahan dari tim Covid-19. Sebab, secara akumulasi, Kabupaten Nunukan masuk zona kuning.

“Nanti kami dengan tim Covid-19 menindaklanjuti masukan dari DPRD Nunukan. Karena kita sekarang harus mengacu protokol kesehatan sehingga, keluarlah edaran perpanjangan belajar dari rumah,” ujarnya.

Menurut dia, pada Selasa (14/7/2020), pihaknya akan membahas bersama tim Covid-19 Nunukan. Khususnya masalah pelonggaran untuk dapil tiga karena mereka ingin belajar tatap muka atau inovasi pembelajaran baru.

“Ini yang mau kita sinergikan kembali. Dapil tiga ingin per zona diadakan tatap muka. Artinya perlakuan khusus. Kita akan laporkan ke tim Covid-19,” kata dia. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin
Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:
Jaga kebersihan badan dan lingkungan
Sering cuci tangan dengan sabun
Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
Jaga jarak dan hindari kerumunan
Patuhi imbauan pemerintah