Tarakan

Jaringan Kabel Internet Kembali Lewat Jalur Laut

Proses perbaikan kabel optik, jaringan internet dari kapal Nusantara Explorer. (Foto: Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Sejak terputusnya kabel optik, jaringan internet di Kaltara sejak awal Oktober lalu mengalami gangguan. Perbaikan saat ini sedang dilakukan oleh tim dari Kapal Nusantara Explorer.

Penyambungan kabel bawah laut yang terputus sekitar 12 kilometer dari Balikpapan ini dipastikan selesai dalam waktu dekat.

General Manager PT Telkom Wilayah Kaltara Kasirun menuturkan, untuk pengalihan jaringan internet kabel darat ke jalur laut masih membutuhkan waktu. Diakuinya, karena setelah penyambungan masih ada masa transisi lagi.

“Tim harus memastikan penyambungan bagus dan layak untuk operasional. Jadi, pindah rute (kabel darat ke laut) perlu waktu,” tuturnya saat dikonfirmasi Kamis (22/10/2020).

Saat ini, kata dia, tim sedang mempersiapkan perpindahan rute. Namun, pihaknya masih melakukan monitoring kembali untuk memastikan kabel sambungan dalam kondisi siap. Dia menargetkan pekan depan peralihan rute sudah akan dikerjakan.

Menurut Kasirun, biasanya dalam proses monitoring ini, jika ditemukan ada bengkokan akan dipertimbangkan kembali apakah di atas toleransi atau tidak.

“Kalau ada kabel yang bermasalah dibuka lagi. Lalu diperbaiki, supaya tidak menimbulkan masalah lain,” katanya.

Sejak adanya kabel bawah laut yang putus beberapa waktu lalu itu, jaringan memang dipindahkan ke jalur darat. Namun, setelah perbaikan selesai akan dikembalikan kembali ke laut. Peralihan rute dari jalur darat ini bisa biasa memakan waktu selama dua hari.

Ia pun memastikan, dalam proses peralihan rute ini pihaknya sudah mempersiapkan semua proses dengan memperhatikan modul sesuai standar operasional. Berbeda dengan pengalihan gangguan sebelumnya, dari laut ke darat.

Rute jaringan kabel darat yang akan dialihkan ke laut, lanjut Kasirun, mencakup jaringan di Samarinda, Banjarmasin dan Sulawesi Utara. Secara trafik, kata Kasirun peralihan tersebut tidak mengalami gangguan internet.

“Karena peralihan akan dilakukan secara bertahap. Istilahnya itu per core. Perpindahan dan overload memang agak berdampak. Tapi itu kita lakukan sejak pukul 00.00 hingga 04.00 Wita. Jadi tidak terasa trafiknya ada gangguan,” bebernya.

Pihaknya juga memastikan akan terus melakukan patroli di daerah rawan putus kabel di darat. Sebagai antisipasi gangguan internet di jalur darat, ia menyebutkan rata-rata kerusakan kabel darat diakibatkan adanya pengerukan untuk perbaikan jalan hingga tanah longsor.

“Berbeda di daerah yang jalur Berau-Samarinda hingga Bulungan, rawan terjadi kerusakan kabel karena jarak tempuhnya jauh. Kalau seperti di Tarakan bisa dimonitor karena tidak terlalu jauh dan akses mudah,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah