Tana Tidung

Jaringan Internet jadi Kendala Belajar Online

belajar online (ilustrasi)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Signal jaringan internet yang kurang memadai di Kabupaten Tana Tidung (KTT) menjadi kendala bagi sekolah dan siswa yang saat ini sedang melaksanakan belajar online atau dalam jaringan (daring).

Diketahui, pembelajaran tatap muka (PTM) hingga saat ini masih ditunda, belum dapat dipastikan kapan akan dibuka kembali.

Salah satu orangtua siswa, Sartika mengatakan, pembelajaran yang diberikan secara daring tidak hanya memberikan beban kepada anak tapi juga orangtua.

Pasalnya, orangtua juga banyak kegiatan selain mendampingi anak belajar daring. Apalagi jaringan internet kerap menjadi persoalan.

“Terus terang kami keberatan dengan kebiasaan lama sekolah online ini dilaksanakan kembali. Makanya kita orangtua lebih memilih PTM saja,” katanya.
Dia menilai, belajar daring di rumah terus menerus membuat anak malas dan cepat bosan.

Sartika meyakini bukan hanya dirinya saja sebagai orangtua yang berharap dibukanya PTM di sekolah supaya anak kembali bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tama Tidung, Jafar Sidik menjelaskan, bahwa PTM masih belum dapat dipastikan kapan akan dimulai.

Untuk sementara dia meminta peran orangtua dalam membimbing anak mereka dan terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah.

“Materi pembelajaran sudah dilakukan terhitung Senin (2/8/2021) dan semua sekolah sedang bersiap melaksanakan daring yang tentunya membutuhkan signal jaringan yang kuat, terutama sekolah yang melaksanakan zoom meeting,” tutur dia, Senin (2/8/2021).

Diakuinya, ada sejumlah titik di KTT yang blank spot. Pihak sekolah menyiasati dengan mendatangi siswa siswinya di rumah mengantarkan tugas atau materi belajar.

Dia mengingatkan bagi sekolah yang masuk dalam daftar blank spot sebaiknya tetap menerapkan aturan ketat protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kawasan di Kecamatan Muruk Rian, ada beberapa desa di Kecamatan Tana Lia dan sedikitnya kawasan pesisir di Kecamatan Sesayap Hilir masih blank spot. Kawasan tersebut pasti tidak melaksanakan daring tapi sistemnya offline dan lebih menitikberatkan pembelajaran dengan kunjungan pemberian materi,” papar dia.

Dengan adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan dengan rata-rata terpapar Covid-19 antara 20 – 30 orang per hari, maka pembelajaran online sementara ini sebagai solusi dan harus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman. (*)

Reporter: Hanifah
Editor: Nurul Lamunsari