Headline

Jalani 12 Kali Swab, Pasien Covid-19 Akhirnya Sembuh

Salah satu aktivitas yang dilakukan pasien Covid-19 di RSU Kota Tarakan (Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Masa penyembuhan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bervariasi. Di Tarakan, terdapat pasien yang harus menjalani 12 kali swab, baru dinyatakan sembuh. Bahkan pasien tersebut harus menjalani perawatan selama tiga bulan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, jumlah kumulasi ada 78 kasus. Dari jumlah tersebut, 56 di antaranya telah sembuh dan 22 masih dalam perawatan di rumah sakit.

“Kluster Temboro menjalani perawatan paling lama yaitu 3 bulan dengan menjalani tes swab sempai sekitar 12 kali. Lama kesembuhan bukan karena yang bersangkutan tidak memenuhi protokol kesehatan atau tidak minum obat, tetapi semua pasien Covid-19 mendapatkan perlakuan yang sama. Permasalahan biasanya karena perkembangan antibody yang berbeda, sehingga tingkat kesembuhan juga tidak sama,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti, Jumat (3/7/2020).

Pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 22 orang yang terdiri dari 16 orang di rawat di RSU Kota Tarakan dan 6 orang mendapat perawatan di RSUD Tarakan. Rata-rata yang telah sembuh menjalani 2 kali swab dengan hasil negatif. Pada Jumat (3/7/2020) terdapat 6 orang yang dinyatakan sembuh, yaitu Covid32 MI laki-laki usia 17 tahun. Dia masuk dalam kluster Temboro. Dengan sembuhnya pasien ini, maka kluter asal Magetan Jawa Timur ini telah habis.

Kemudian pasien sembuh lainnya adalah Covid38 RZ laki-laki usia 23 tahun dan Covid42 BD laki-laki usia 31 tahun merupakan kluster Gowa terakhir yang dinyatakan sembuh. Untuk klaster Temboro dan Gowa di Tarakan telah sembuh semua.

Lalu terdapat pula pasien sembuh yakni Covid57 NM perempuan usia 23 tahun, Covid58 DS perempuan usia 34 tahun, dan Covid61 SH perempuan 44 tahun merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di UPT Dinas Kesehatan Tarakan. “Tenaga kesehatan yang masih dalam perawatan ada 9 orang, ABK kapal Fuen ada 6 orang yang juga masih dalam perawatan. Sisanya adalah kontak erat dengan tenaga kesehatan,” paparnya.

Selama dalam perawatan, pasien Covid-19 diberikan obat dan melakukan kegiatan yang sama, masuk dalam isolasi yang berbeda serta mendapatkan pantauan CCTV. Namun masa penyembuhan yang berbeda dikarenakan tingkat antibody yang tidak sama.

Bagi pasien yang memiliki daya tahan tubuh sedikit, dilakukan intervensi dengan konsultasi serta dukungan bagaimana yang bersangkutan dapat melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan imunitas. Bahkan didampingi dokter supaya cepat sembuh.

“Kalau kita perhatikan, pasien yang lama-lama itu tergantung dari imunitas, karena yang sembuh cepat bukan hanya dari kalangan tenaga kesehatan saja. Buktinya kemarin ada ibu-ibu yang juga cepat penyembuhannya hanya sekitar satu mingguan. Tapi bila ada penyakit bawaan, seperti diabetes dan lain sebagainya, maka penyakit dasarnya ini distabilkan dulu karena bisa menghambat proses terbentuknya imunitas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah