Headline

Izin Belum Diperpanjang, MAF Tidak Terbang sejak 1 Juni

Pesawat MAF saat melayani masyarakat sakit di pedalaman, untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada di Tarakan. (Foto : Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) tidak bisa beroperasi sejak 1 Juni 2020. Pesawat yang melayani penerbangan perintis ini, belum mendapatkan perpanjangan izin operasional yang berakhir pada 31 Mei lalu. Pesawat yang hanya berkapasitas di bawah 10 orang ini, sebelumnya melayani permintaan evakuasi orang sakit dari Dinkes Malinau.

“Kami sedang berjuang agar izin segera terbit dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kami berharap, selama masa menunggu izin diperpanjang, tidak ada orang sakit yang perlu di evakuasi,” kata Pimpinan Cabang Yayasan MAF Indonesia, Benjamin Luke Eadie, dalam suratnya No.053/MAF-TRK/V/2020 yang dikirim 29 Mei kepada Kepala Dinas Kesehatan Malinau.

Officer Manager MAF Tarakan Tom Chrisley saat dikonfirmasi, menuturkan, Air Operation Certificate (AOC) dan Operating Certificate (OC) berakhir pada 31 Mei lalu. Pihaknya sudah mengajukan perpanjangan izin sebelum masa berlakunya habis, namun karena kondisi Covid-19 ada yang work from home dan ditambah lagi ada insiden jatuhnya pesawat milik MAF, 12 Mei lalu di  Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

“Dalam proses investigasi, jadi berpengaruh juga dengan izin yang kami ajukan. Saya kurang tahu detailnya pasti apa saja dan dalam waktu berapa lama yang diperlukan sampai izinnya terbit. Tapi, saat ini investigasi masih berjalan, dan menjadi ranah dari tim investigasi Kementerian Perhubungan dan melihat kami juga sedang berduka saat ini,” kata Tom, dihubungi via telepon selulernya, Senin (1/6/2020).

MAF sendiri saat ini hanya memiliki 2 pesawat yang standby di Tarakan. Sedangkan dua pesawatnya lagi, yang berpenumpang 5 orang, ditambah pilot sedang dalam proses perbaikan dan rencananya akan dikirim ke Jakarta menggunakan kontainer. Selama ini, MAF memang hanya melayani permintaan penjemputan penumpang yang sakit dan butuh penanganan rumah sakit di Tarakan.

Khusus penumpang warga yang bepergian dan sehat, sejauh ini masih dilayani penerbangan komersil dengan subsidi dari pemerintah. MAF mengambil bagian untuk warga di pedalaman yang tidak terkaver pemerintah untuk evakuasi warga sakit.

“Kami dan Dinkes Malinau untuk bekerja sama melayani warga yang sakit. Kalau Krayan, Nunukan juga kami layani tapi lebih banyak di Malinau karena kerjasamanya dengan Dinkes Malinau. Penerbangannya juga tidak setiap hari, menyesuaikan permintaan. Terakhir, kami berangkat 30 Mei lalu membawa jenazah pulang ke pedalaman Malinau,” ujarnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah