Nunukan

Insentif Khusus Tenaga Kesehatan Belum Jelas

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Nunukan, Aris Suyono

NUNUKAN, Koran Kaltara – Meski sudah lama diusulkan, namun insentif khusus bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Nunukan masih belum ada kejelasan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan, usulan insentif ini sudah diusulkan sesuai ketentuan dalam keputusan Kemenkes RI Nomor HK. 0107/Menkes/278/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan.

“Kami sudah mengusulkan semua tenaga kesehatan, baik di puskemas, rumah sakit dan dinas kesehatan. Usulan ini dikirim ke Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan di Jakarta,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Dinkes Kabupaten Nunukan hanya melaksanakan verifikasi usulan dari fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskemas. Setelah diusulkan ke dinkes, baru dilakukan verifikasi dan di kirim ke PPSDM Kesehatan di Jakarta.

“Nah, kita juga di Dinas Kesehatan sudah ada tim verifikasi. Semua sudah diverifikasi dan dikirim. Namun, sampai hari ini belum ada kejelasan informasi tentang persetujuan usulan tersebut. Apakah masih proses verifikasi di kementerian atau sudah selesai, kami belum tahu. Jadi kami tinggal menunggu saja hasilnya,” bebernya.

Dia menyampaikan, total insentif yang diusulkan melalui BOK tambahan, pada Maret lalu, sebesar Rp1.262.500.000. Dan, bulan April, mengusulkan sebesar Rp1.599.500.000

“Jadi, insentif yang kita usulkan ke Kementerian Kesehatan adalah tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan pasien Covid-19 di Nunukan,” tambahnya.

Dia menyampaikan, tenaga kesehatan yang sudah diverfikasi dan diusulkan, pada Maret ada sebanyak 237 orang di puskesmas. Tenaga Kesehatan di RSUD Nunukan sebanyak 37 orang dan Dinkes Nunukan ada enam orang.

“Di dinas kesehatan tidak semua tenaga diusulkan. Namun tenaga kesehatan yang tracing kontak erat saja. Jadi, total pada Maret lalu, sebanyak 287 tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, pada April 2020, tenaga kesehatan pusksemas sebanyak 275 orang, tenaga kesehatan RSUD Nunukan sebanyak 69 orang dan Dinas Kesehatan Nunukan enam orang. Totalnya sebanyak 350 tenaga kesehatan. (*)

BACA JUGA:

Ada Dua ODP Baru di Sebatik Barat

8 Juni, Aktivitas Perkantoran Kembali Normal

Reporter: Asrin
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah