Industri Skala Besar Terpusat di Tarakan

INDUSTRI meubel menopang pertumbuhan usaha pekayuan di Kaltara. Foto: Dokumen/Koran Kaltara

Produksi Tumbuh 9,21 Persen, Didukung Pelabuhan TANJUNG SELOR - Perkembangan kegiatan industri pengolahan besar dan sedang di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim – Kaltara), cenderung menunjukkan peningkatan di triwulan III tahun 2018. Berdasarkan data yang Koran Kaltara himpun pada halaman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim (4/11), tercatat ada pertumbuhan 9,21 persen dibanding…

  • Produksi Tumbuh 9,21 Persen, Didukung Pelabuhan
TANJUNG SELOR - Perkembangan kegiatan industri pengolahan besar dan sedang di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim – Kaltara), cenderung menunjukkan peningkatan di triwulan III tahun 2018. Berdasarkan data yang Koran Kaltara himpun pada halaman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim (4/11), tercatat ada pertumbuhan 9,21 persen dibanding periode sama tahun 2017. Menurut golongan industri, dapat diketahui seluruh kinerja industri pengolahan mencatat pertumbuhan positif. Yakni Industri bahan kimia dan barang dari bahan Kimia naik 9,91 persen. Kemudian Industri makanan, naik 7,84 persen. Terakhir, Industri kayu, barang dari kayu, gabus (tidak termasuk furnitur), barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya naik 2,20 persen. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara, Hartono menjelaskan, saat ini industri skala besar di wilayahnya masih berpusat di Kota Tarakan. Berdasarkan hasil pendataan tahun 2017, dapat diketahui 14 dari 16 unit industri berada di daerah. “Saat ini industri skala besar masih terpusat di Tarakan. Dari data yang ada, ada juga di Bulungan dan Malinau masing-masing satu,” terang Hartono kepada Koran Kaltara, Jumat (2/11). Ditanya soal latar belakang dominasi industri skala besar di Kota Tarakan, Hartono mengatakan, hal ini tidak terlepas dari tersedianya beberapa sarana penunjang utama seperti pelabuhan skala besar. Di samping itu, Kota Tarakan juga didukung potensi sumber daya manusia (SDM) yang tergolong besar. Sehingga atmosfer industri tercipta lebih bagus. “Dengan adanya peluang-peluang investasi yang masuk, diharapkan dapat mendukung pemerataan industri skala besar di daerah lainnya. Terlebih saat ini juga pembangunan infrstruktur yang dapat menunjang kegiatan ekonomi terus dilaksanakan,” ungkap Hartono. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara, Sultan berpendapat, ketersediaan infrastruktur dan SDM, memang menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan industri skala besar. Terlebih, ketika adanya ketergantungan terhadap bahan baku yang berasal dari luar daerah. “Pengusaha atau investor tentu susah masuk jika belum tersedia. Mereka kan memperhitungkan semuanya agar beban produksi tidak membengkak,” kata Sultan. Soal potensi lokal yang bisa dikembangkan dalam industri skala besar, Sultan menilai, Kaltara memiliki sumber daya alam yang cukup mumpuni. Baik dari sektor pertanian, kehutanan, perkebunan dan juga perikanan. Menurutnya, pemerintah daerah tinggal memberikan dukungan masif untuk mengolah potensi yang dimaksud. “Kalau masyarakat saya nilai belum bisa mengelolanya dengan baik. Apabila pemerintah ingin mendukung, juga tidak bisa setengah-setengah. Harus meliputi seluruh aspek industri skala besar. Seperti modal, teknologi, manajemen perusahaan, kompetensi sdm dan jangkauan pemasaran,” urai Sultan. (*) Reporter: Agung Riyanto Editor: Nurul Mujib L

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com