Kaltara

Industri Skala Besar Mayoritas Ada di Tarakan

Foto: Ilustrasi/Internet

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kalimantan Utara (Kaltara) Hartono menyampaikan, keberadaan industry skala besar di Kaltara, saat ini mayoritas masih berada di kota Tarakan.

Berdasarkan laporan yang ia terima, tercatat sebanyak 14 unit perusahaan yang berada di Kota Tarakan. Sedangkan dua lainnya, berada di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau.

Secara teknis kata dia, pihaknya berupaya agar jumlah industri skala besar bisa bertambah di Kaltara. Selain memacu perputaran ekonomi, keberadaannya juga tentu berperan dalam menyerap jumlah tenaga kerja sehingga angka pengguran bisa menurun setiap tahunnya.

“Arah ke depan tentu bagaimana industri di Kaltara bisa terus tumbuh. Apabila hal tersebut tercapai, tentu berperan positif pula terhadap pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing dan tentunya kesejahteraan masyarakat juga samakin baik,” jelasnya kepada Koran Kaltara.

Namun di lain sisi, sebut Hartono, pihaknya memiliki tugas khusus dalam mempersiapkan industri untuk sinkron dengan rencana pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning yang ada di kecamatan Tanjung Palas Timur. Hal ini dikarenakan, keberadaan industri menjadi salah satu poin sentral yang dapat menggerakkan kehidupan di salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. “Meski hanya belasan industry besar hal tersebut tentu sudah banyak menyerap tenaga kerja lebih dari 100 orang,” terangnya.

Dalam realisasi KIPI ke depan, pihak pemerintah memiliki peran untuk menghidupkan kegiatan industri yang nanti akan ditempatkan di lokasi tersebut. Menurutnya, upaya dapat diimplementasikan ke dalam dua cara. Yakni dengan mendukung pertumbuhan industri yang sudah ada dan menggaet investor baru untuk memunculkan lahirnya sektor-sektor baru, terutama dengan skala lebih besar. “Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional yang direncanakan tersebut, tentunya harus bisa diisi dengan berbagai macam bentuk kegiatan industri. Adapun kalau dari kami, lebih mencari cara agar keberadaan industri bisa selaras dengan pembangunan KIPI,” tutupnya (*)

Reporter : Ike Julianti

Editor : Eddy Nugroho