Ekonomi Bisnis

Imbas Pandemi Covid-19, Ekonomi Nelayan Turun Drastis

Pedagang ikan di Pasar Beringin Tarakan. (Foto: Ariyanto)

TARAKAN, Koran Kaltara – Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Salah satunya masyarakat nelayan tradisional yang kesehariannya menggantungkan hidup pada penjualan hasil tangkapan ikan.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KTNI) Kaltara, Rustan menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat jelas terasa bagi nelayan tradisional, khususnya secara ekonomi sangat berdampak.

“Terasa sekali (dampak) ke kita ini. Cuma kita mau apa, ya sudah terima sebagai takdir karena mau ngomel siapa yang akan disalahkan,” jelas Rustan, Sabtu (11/4/2020).

Dia mengatakan, hasil tangkapan saat ini lebih dijual di Kota Tarakan, padahal yang ditangkap adalah ikan ekspor, seperti bawal, tengiri, ikan putih, kakap dan lainnya.

“Biasa kita ekspor ke negara tetangga Malaysia, sekarang di sana ditutup. Tidak ada tujuan ekspor, ada pasar lokal tapi kan terbatas, biasa ada keluar daerah itupun kadang dibeli kadang tidak,” katanya.

Kondisi pandemi Covid-19, harga ikan turun sampai 70 persen dari harga stabil, misal ikan bawal normal Rp200 ribu – Rp300 ribu menjadi Rp100 ribu – Rp120 ribu per kilogram. Ikan layang dulu bisa sampai Rp80 ribu sekarang hanya di kisaran Rp20 ribu per kilogram.

“Kalau normal biasa kita sekali melaut bersih bisa dapat Rp1 juta, sekarang kembali ongkos aja sudah Alhamdulillah,” ungkapnya.

Nelayan juga mengaku, selama pandemi Covid-19, dengan adanya imbauan pemerintah, yakni social distancing, aktivitas keluar rumah juga dikurangi. Bahkan di laut juga ada kekawatiran terpapar Covid-19. (*)

BACA JUGA:

Reporter: Ariyanto
Editor: Didik