Ekonomi Bisnis

Imbas Covid-19, Usaha UMKM Banyak yang Gulung Tikar

Produksi UMKM sambal dayak. (Foto: Sofyan)

TARAKAN, Koran Kaltara – Pandemi Covid-19 benar-benar mengguncang semua sektor usaha, tidak terkecuali Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain minimnya permintaan, biaya produksi yang semakin melambung membuat beberapa pelaku UMKM memilih istirahat dan beralih ke usaha lain.

Hal ini diungkapkan Ketua Forum Komunikasi UMKM Tarakan (Fokutara), Yuliatin kepada Koran Kaltara. Menurutnya, tingkat penjualan UMKM secara keseluruhan rata-rata mengalami penurunan.

Meskipun di sisi lain ada juga yang justru mengalami peningkatan, namun jumlahnya tidak signifikan, seperti kerajinan tangan yang sebelumnya memproduksi tas dan lain sebagainya banting setir membuat masker dan konektor masker.

Sedangkan untuk usaha kuliner yang mengalami peningkatan penjualan adalah jamu dan makanan yang menggunakan konsep delivery order.

“Saat ini yang masih produksi rata-rata sudah tidak sebanyak sebelum pandemi, selain itu tak jarang pengusaha melakukan pengurangan karyawan. Sedangkan yang benar-benar tidak lagi produksi akibat tidak adanya pasokan bahan baku atau ada namun jumlahnya terbatas. Selain itu ada juga yang permintaannya sepi atau tidak laku. Bahkan ada juga yang dikarenakan tingginya biaya pengiriman barang keluar Tarakan,” terangnya, Minggu (25/10/2020).

Di Tarakan UMKM yang terdaftar di Fokutara sekitar 100 dengan jumlah anggota yang aktif mencapai 75 UMKM.

Padahal secara keseluruhan pelaku UMKM di Tarakan bisa mencapai 1.000, yang dalam naungan Fokutara telah terdaftar di Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM untuk mendapatkan Bantuan Tunai Langsung (BLT).

“Ada beberapa anggota yang telah mendapatkan, tetapi berapa jumlah UMKM yang sudah mendapatkan bantuan tahap satu, kami masih menunggu data dari Disperdagkop dan UMKM Tarakan karena data sudah kami serahkan dan yang melakukan validasi dari pihak dinas,” bebernya.

Yulianti yang memiliki usaha sambal Dayak kemasan ini mengharapkan adanya perhatian khusus dalam peningkatan usaha, karena UMKM merupakan akar dari perekonomian wilayah.

Oleh karena itu, pemerintah baik pusat maupun daerah diharapkan dapat membantu memulihkan ekonomi pelaku UMKM, dengan cara menyosialisasikan dan membantu memasarkan produk-produk daerah.

“Dengan segala kebijakan yang dimiliki dapat meringankan beban berat UMKM terutama perihal biaya legalitas dan biaya pengiriman barang serta mendukung kestabilan ekonomi, dengan belanja produk UMKM dan melibatkan pelaku UMKM dan produknya dalam setiap event yang diselenggarakan oleh pemerintah, sehingga roda perekonomian UMKM dapat berputar,” urainya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah