Nunukan

Ikut Rapat Pleno, PPK Krayan Butuh Biaya Belasan Juta

Kondisi jalan di perbatasan. (Istimewa)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Persoalan transportasi di pedalaman Krayan cukup sulit. Apalagi, wilayah ini hanya bisa diakses melalui jalur udara menggunakan pesawat.

Sehingga, tak heran jika ongkos biaya yang dikeluarkan warga keluar daerah Krayan cukup besar. Seperti yang dialami Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Krayan Tengah, Daniel.

Saat hendak menghadiri rapat pleno terbuka penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Daniel harus rela menghabiskan uang sekitar Rp12 juta hingga Rp13 juta.

Dia menjelaskan, dari Krayan Tengah atau Krayan Selatan menuju Long Midan, menghabiskan sekitar Rp6 jutaan. Ini untuk harga carter mobil. Kalau pulang pergi, bisa mencapai Rp12 jutaan.

Belum lagi, lanjut dia, memasuki musim hujan, maka medan jalan yang ditempuh membuat mobil rusak di tengah jalan. Bahkan, tak jarang mobil terperosok di tengah lumpur.

“Kan Malaysia saat ini masih tutup. Jadi, kebutuhan BBM kita kurang. Memang, ada pesawat pengangkut BBM subsidi untuk Krayan, tapi tidak cukup untuk menyuplai lima kecamatan di Krayan,” ungkapnya kepada Koran Kaltara, Jumat (16/10/2020).

Selanjutnya, kata dia, setelah sampai, mereka terbang menuju Malinau. Lalu dari Malinau menuju Tarakan. Harga tiket pesawat ke Tarakan sebesar Rp1.070.000. Setelah itu, kembali menuju Nunukan dengan ongkos biaya Rp250 ribu.

“Jadi, beginilah kondisi di perbatasan. Kalau ingin keluar, bisa habis belasan juta. Belum lagi, kita cari penginapan. Ini perjalanan saja butuh waktu beberapa hari, baru sampai,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Nunukan, Rahman mengatakan bahwa hal tersebut menjadi persoalan bagi jajarannya di pedalaman.

Sehingga, pihaknya tak menyalahkan, apabila ada petugas dari pedalaman tidak bisa mengikuti beberapa kegiatan langsung.

“Mau tidak mau, anggarannya kita tambah. Inilah yang membuat anggaran transportasi kita membengkak karena, sekali jalan mereka menghabiskan belasan juta. Ya, seperti inilah kondisi kita di perbatasan,” tambahnya.

Dia mengaku persoalan transportasi ke Krayan sudah sering disampaikan ke KPU RI. Sehingga diharapkan KPU RI bisa memperhatikan jajarannya di pedalaman.

“Kalau kita mau tunggu pesawat, jadwalnya tidak tentu. Jadi, mau tidak mau, kita harus carter di awal. Apalagi kapasitas pesawat yang masuk tidak banyak,” pungkasnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah