Politik

Ihin Surang Sosialisasikan Perda Pemberdayaan Masyarakat Adat

Ihin Surang

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) dari daerah pemilihan (dapil) III Malinau, Ihin Surang, melakukan sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2019, tentang Pemberdayaan Masyarakat Adat. Sosialisasi perda dilakukan pada sejumlah desa di Kecamatan Malinau Kota.

Kepada awak media, Ihin sebelumnya menjelaskan, substansi dari sosialisasi perda yang dilakukan DPRD Kaltara adalah agar masyarakat mengetahui secara luas perda yang ada dan sudah dibuat oleh pemerintah.

“Perda ini adalah representasi kebijakan pemerintah daerah yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Ini menjadi payung hukum pemda dalam membangun daerahnya,” kata Ihin, Senin (27/6/2022).

Ihin mengajak masyarakat berterima kasih kepada pemerintah yang telah menerbitkan payung hukum terkait pemberdayaan masyarakat adat.

Secara teknis, regulasi ini sangat relevan terhadap kondisi demografi masyarakat yang ada di wilayah pedalaman dan perbatasan Kaltara.

Termasuk juga bagi mereka yang telah bermukim secara turun-menurun dari leluhur mereka terdahulu.

“Kita harus berterima kasih kepada pemerintah, karena sudah bijak untuk berpikir soal pemberdayaan masyarakat adat melalui perda ini,” kata Ihin.

Sejumlah substansi perda telah disampaikan agar bisa dipahami masyarakat.

Dengan begitu, mereka juga dapat mengetahui apa saja yang menjadi hak dan kewajiban kelompok masyarakat adat.

Ihin kemudian mengajak masyarakat adat turut mengawal dan berkontribusi sesuai substansi dari perda tersebut.

Sehingga, pengimplementasian di lapangan dapat berjalan maksimal.

“Kita berharap agar masyarakat juga mengawal perda ini, dan harus berkontribusi bagi masyarakat lainnya. Karena di perda ini juga ada sekitar 9 item yang harus dijalankan soal pemberdayaan masyarakat adat,” paparnya.

Ihin turut mengajak masyarakat adat senantiasa memelihara budaya dan mematuhi apa yang menjadi aturan adat.

Sehingga, kehidupan mereka dapat tetap tertata dengan baik.

“Nilai-nilai luhur dari adat itu juga harus dapat dilestarikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ihin sekaligus berharap agar pemerintah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat adat secara berkelanjutan. Sehingga mereka dapat terberdayakan dan semakin mandiri. (adv)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Edy Nugroho

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment