Headline

Himpun Kekuatan Bangun Pertanian Kaltara

Pemerintah bersama pihak terkait lain harus bersinergi membangun pertanian di Kaltara. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • DPKP Kaltara: Mulai Beradaptasi dengan Pola Kemandirian

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan pembangunan di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Hal itu menjadi salah satu fokus program dari kepemimpinan Zainal Arifin Paliwang dan Yansen Tipa Padan sebagai kepala daerah. Pasalnya, pertanian merupakan kebutuhan dasar masyarakat, dimana Kaltara mempunyai sumber daya alam memadai, sekaligus sumber daya manusia yang mumpuni.

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Yansen TP menyatakan, potensi pertanian jika dikelola maksimal akan menghasilkan produk yang melimpah dan punya kualitas tinggi. Tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan warga di provinsi ke-34 ini, bahkan dapat menjangkau daerah lain di Indonesia. Untuk itu, perlu menghimpun kekuatan untuk membangun pertanian di provinsi dengan lima kabupaten/kota di dalamnya ini.

“Di sektor pertanian ternyata potensi kita sangat luar biasa. Jika dikelola dengan baik, untuk kebutuhan Kaltara lebih dari cukup, bahkan memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar Kaltara juga lebih cukup. Bahkan untuk ekspor cukup. Seperti perikanan, kemudian perkebunan. Kita punya perkebunan lada yang luar biasa potensinya, alpukat luar biasa potensinya, padi pun juga luar bisa juga potensinya,” kata Wagub kepada media, belum lama ini.

Untuk itu, dia memastikan kebijakan pemerintah daerah memberikan ruang dalam mengembangkan pertanian daerah. Menurutnya, ke depan tidak perlu lagi Kaltara bergantung pada produk pertanian dari luar daerah. Penting untuk bersama-sama semua pihak mendukung kebijakan yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

“Jangan lagi kita berbicara jauh di sana, tapi masyarakat tidak terakses. Oleh sebab itu, kalau pemerintah punya kebijakan, kira-kira stakeholder terkait bisa improve kah? Misalnya ekspor, penampung dan sebagainya. Kemudian pembina-pembina pertanian seperti HKTI, perusda, Kadin dan seterunya. Itu semua harus punya inisiatif. Kalau pemerintah saja tanpa keterlibatan lembaga seperti itu, saya kira iramanya juga pasti tidak akan seimbang,” jelas mantan Bupati Malinau tersebut.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Wahyuni Nuzband mengaku tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak. Yakni, secara bersama-sama dengan sistem ‘keroyokan’ membangun pertanian Kaltara yang lebih maju.

“Harus berubah. Jika tadinya jalan sendiri-sendiri, misalnya Pupuk Kaltim jalan sendiri, perbankan jalan sendiri, pertanian jalan sendiri. Sekarang harus berubah konsep, yaitu punya pola bersinergi,” ujar Wahyuni kepada Koran Kaltara.

Para petani, lanjutnya, juga didorong memiliki kemampuan yang lebih baik. Dalam mengelola pertanian, tidak hanya berharap pada bantuan pemerintah berupa subsidi, melainkan mulai beradaptasi dengan pola-pola mandiri.

“Harus beradaptasi dengan pola kemandirian. Jadi petani tidak melulu meminta bantuan menunggu subsidi. Karena di 2024 tak ada lagi subsidi. Untuk itu kita berikan pendampingan untuk kapasitas meningkatkan kualitas sumber daya manusianya,” terangnya.

Sehingga, dalam mengelola pertanian, para petani bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Digambarkan olehnya, dengan kerja sama banyak pihak, para petani akan didampingi oleh pihak Pupuk Kaltim dalam hal peningkatan kapasitas. Kemudian pembiayaannya dibantu pihak perbankan, yang selanjutnya siap dibeli oleh off-taker yang juga diajak kerja sama. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah