Headline

Gugus Tugas Pastikan PDP Diisolasi

Foto: Ilustrasi/Internet

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Agust Suwandy menerangkan beberapa istilah yang sering digunakan dalam kasus virus corona. Pertama adalah Orang dalam Pemantauan (ODP), yakni mereka yang miliki riwayat dari daerah terpapar kasus corona atau berasal dari zona merah. Kemudian memiliki gejala yang mengarah seperti demam, batuk atau pilek.

Untuk penanganan bagi ODP, diminta untuk dikarantina secara mandiri selama 14 hari kemudian mendapat pengawasan dari petugas medis. Selain ODP, ada pula orang yang dari daerah zona merah namun tidak menimbulkan gejala sehingga diminta untuk tetap melakukan karantina mandiri. Kategori ini disebut sebagai OTG alias Orang Tanpa Gejala.

“Kalau untuk ODP ini tetap dilakukan isolasi mandiri atau dikarantina dan diawasi. Termasuk yang OTG juga, tetap diminta untuk bisa melakukan isolasi mandiri dan menghindari kontak dengan orang lain,” sebutnya.

Selanjutnya, untuk pengertian dari Pasien Dalam Pengawasan, berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan disebut sebagai pasien yang suspek. Karena, itu adalah orang yang miliki infeksi pernapasan atau gejala demam hingga ISPA bahkan pneumonia. Ia menegaskan, semua PDP dipastikan mendapatkan perawatan dan diisolasi di pusat pelayanan kesehatan.

“Bagi yang suspek atau PDP, pasti dilakukan isolasi di rumah sakit. Karena statusnya adalah pasien,” tegasnya.

Untuk PDP, seluruhnya akan diambil sampel untuk dilakukan Swab Test di Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Surabaya. Pasalnya, suspek itu harus dipastikan terkonfirmasi apakah positif atau negatif Covid-19.  (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari