Nunukan

Gugus Tugas Covid-19 Nunukan Temukan 7 ODP Baru

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Nunukan Aris Suyono saat mengadakan press rilis, Kamis (2/4/2020) lalu. (foto: Asrin/Koran Kaltara)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Pada Jumat (3/4/2020), Tim Gugus Tugas Covid-19 Nunukan kembali berhasil menemukan 7 orang yang memiliki kontak erat dengan 4 jamaah tablik akbar ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan yang dinyatakan positif virus corona. Kini, ketujuh orang itu masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan selama 2 hari contact tracing, pihaknya telah menemukan sebanyak 27 ODP. Hari pertama sejak ditetapkan 4 orang positif virus corona, tim telah menemukan 20 orang. Dan hari kedua, tim kembali menemukan 7 orang.

“Sementara Orang Tanpa Gelaja (OTG) kita temukan sebanyak 15 orang,” ungkap dia saat melakukan press rilis perkembangan Covid-19 Nunukan, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya tidak ada target jumlah yang harus ditemukan dalam kontak erat dengan empat jamaah positif virus corona tersebut. “Intinya, kita membutuhkan kerjasama dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti prosedur Covid-19,” terangnya.

Hingga saat ini, kata dia, masih ada 8 orang yang sedang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan. Di antaranya, 4 orang dinyatakan positif virus corona, 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 3 ODP.

“Untuk ODP selesai dipantau mencapai 118 orang. Kemudian, ODP pindah 884 orang. Dan total ODP yang masih dipantau berjumlah 83 orang,” kata dia.

Dia menyampaikan bahwa warga yang dikarantina di Rusunawa Nunukan bertambah menjadi 51 orang. Sebelumnya berjumlah 43 orang.

“Ada tambahan. Karena ada kontak dari pasien positif virus corona. Kemarin sempat pulang sebelum dibawa ke RSUD Nunukan,” bebernya.

Menurut dia, warga yang dikarantina tidak serta merta dibiarkan. Sebab, pihaknya kembali melakukan contact tracing ulang.

“Jadi bisa bertambah, bisa juga berkurang. Karena, kita pilih yang benar-benar memiliki kontak erat. Artinya, di Karantina juga dipilah antara yang kontak erat dan yang masih belum jelas. Dan antara yang sakit dan yang tidak ada gelaja,” ungkap dia. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin