Headline

Gugus Tugas Cari Penumpang Kapal Lambelu

dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes
  • Pelni Sebut Penumpang yang Turun 620 Orang

TARAKAN, Koran Kaltara –Salah satu antisipasi terhadap penyebaran virus corona di Tarakan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan melakukan penelusuran terhadap penumpang KM. Lambelu yang sandar di pelabuhan Malundung pada 18 Maret lalu. Hal ini dilakukan, setelah pemerintah Kabupaten Nunukan menemukan adanya 4 orang warganya yang terjangkit covid-19, dengan riwayat naik KM. Lambelu.

“Kita memang minta kepada warga Tarakan yang kemarin naik KM. Lambelu untuk menghubungi call center kami di nomor WA 08135142112 dengan menginformasikan namanya siapa, alamatnya di mana, umurnya berapa, ada keluhan kesehatan atau tidak, dan nomor HP yang bisa dihubungi. Diharapkan tidak menginformasikan melalui telepon tetapi kirim pesan lewat WA. Karena nomor call center tersebut sibuk melakukan panggilan atau menerima panggilan,” terang juru bicara covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, Jumat (3/4/2020).

Ditegaskan Devi, meskipun pihaknya sedang mencari penumpang KM. Lambelu yang datang pada 28 Maret lalu, namun mereka belum bisa dipastikan apakah positif atau negatif covid-19 karena harus melalui berbagai rangkaian tes.

“Kenapa kita mencari-cari mereka, karena semua penumpang kapal Lambelu tersebut harus diisolasi karena kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif di Nunukan. Keempat orang tersebut juga penumpang KM. Lambelu. Kemarin juga sudah dilakukan isolasi terhadap 11 orang jamaah tabligh kluster Gowa, dan sekarang dilakukan isolasi lagi,” ungkapnya.

Terhadap 11 orang warga Tarakan yang sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Kota (RSUK) Tarakan, gugus tugas covid-19 sudah melakukan pengambilan sampel tes swab kepada 5 orang. Kemudian, pada Senin nanti akan dilanjutkan pengambilan sampel swab kepada 6 orang lainnya. Diharapkan, hasilnya semua negatif.

Saat disinggung mengenai jumlah penumpang KM. Lambelu yang turun di Tarakan pada 28 Maret lalu, Devi mengaku tidak memiliki datanya. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, untuk memastikan data, guna melakukan penelusuran.

“Kita memang harus berhubungan dengan KSOP untuk meminta list penumpang, tetapi data alamat dan nomor HP-nya tidak ada. Kita hanya berusaha jangan sampai terjadi penyebaran covid-19 di Tarakan. Kita juga belum tahu apakah penumpang kapal ini semua warga Tarakan atau ada yang melanjutkan perjalanan ke Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan Bulungan. Yang pasti ada 4 orang yang positif covid-19 yang menjadi penumpang KM. Lambelu,” tegasnya.

Sementara itu, pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 warga Tarakan yang saat ini dalam perawatan di RSUD Tarakan, kondisinya semakin membaik. Mereka menunggu hasil tes swab kedua. Untuk saat ini, pasien tersebut masih dalam perawatan di ruang isolasi.

Berdasarkan data gugus tugas covid-19 Tarakan pada 3 April, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 12 orang, yang telah terkonfirmasi negatif sebanyak 7 orang, terkonfirmasi positif 1 orang dan ada 4 orang yang menunggu hasil pemeriksaan spesimen. Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pantauan sebanyak 117 orang.

Pemantauan yang dilakukan oleh Puskesmas sesuai wilayah tempat tinggal ODP sebanyak 92 orang. ODP yang sudah selesai menjalani pemantauan sebanyak 25 orang dan dinyatakan sehat, serta mendapatkan surat keterangan sehat dari Puskesmas. Masyarakat yang melaporkan diri melalui hotline Dinas Kesehatan setelah melakukan perjalanan dinas dari daerah terjangkit sebanyak 488 orang.

Sementara itu, berdasarkan data dari PT. Pelni Cabang Tarakan menunjukkan 620 penumpang yang turun di Tarakan pada 28 Maret lalu. Namun jumlah tersebut belum bisa dipastikan apakah semuanya tinggal di Tarakan atau ada yang melanjutkan perjalanan ke wilayah Kalimantan Utara lainnya.

“Sebagai bentuk antisipasi penyebaran covid-19 di atas kapal, pihak Pelni melakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruangan, baik di atas kapal maupun di ruang tunggu terminal. Selain itu, tempat tidur juga diatur tidak berdempetan, melainkan diberi jarak sesuai dengan standar ksehatan,” terang Kepala Kantor Cabang Pelni Tarakan, Wendy  Richard. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Nurul Lamunsari