Headline

Gubernur Gugah Kepedulian Perusahaan

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menerima bantuan oksigen dari Pupuk Kaltim, Senin (2/8/2021). (Foto: Rizqy)
  • Zainal Paliwang: Tanpa Disurati Pun Perusahaan Bisa Berkontribusi

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berpengaruh pada kebutuhan oksigen medis. Beberapa hari belakangan, ratusan orang yang dinyatakan terpapar Virus Corona, membuat ketersediaan oksigen menipis di sejumlah rumah sakit. Bantuan dari pihak perusahaan, menjadi salah satu solusi di tengah berkurangnya oksigen di rumah sakit.

Dalam beberapa hari ini, sejumlah perusahaan menyalurkan bantuan ke sejumlah rumah sakit. Termasuk yang terbaru, pihak PT Pupuk Kaltim berikan 7 ton oksigen yang diterima langsung oleh Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, semoga perusahaan-perusahaan besar yang melakukan aktivitas di Kaltara ikut peduli terhadap situasi saat ini,” kata Zainal Paliwang, usai menerima bantuan di Lapangan Agathis, Senin (2/8/2021).

Gubernur mengharapkan, pihak perusahaan dapat tergugah untuk peduli dengan situasi pandemi. Memberikan bantuan atas dasar kemanusiaan, sehingga bisa meringankan langkah dan upaya bersama menekan angka kasus Corona.

“Artinya bantuan-batuan sangat kita harapkan. Kepedulian sangat kita harapkan, jadi untuk hari ini terima kasih kepada Pupuk Kaltim sudah membantu 7 ton oksigen medis. Ini akan diserahkan langsung ke rumah sakit di Kaltara, khususnya di Bulungan,” ujarnya.

Bahkan, lanjut gubernur, perusahaan yang lain turut memberikan bantuan tanpa harus disurati. Keinginan itu lahir dari hati nurani pihak manajemen perusahaan, membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi saat ini.

“Tanpa surat pun kita harapkan perusahaan besar bisa kontribusi membantu saudara kita terpapar Covid-19,” harapnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Usman, sumbangsih dari pihak perusahaan sangat membantu. Pasalnya sejauh ini, setiap rumah sakit menghabiskan ratusan tabung setiap harinya.

“Artinya kita sedikit ‘bernapas’ lah. Ini (bantuan oksigen) akan didistribusikan ke beberapa daerah. Kalau rata-rata itu, satu rumah sakit menghabiskan 100 tabung per hari. Tapi tergantung lagi pada kebutuhan pasiennya. Karena tidak semua pasien butuh oksigen. Lebih kepada mereka yang ada gejala sesak napas saja,” jelasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari